Halosumsel-
Menanggapi hal itu, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono SIk SH MH didampingi Kasat Reskrim, Kompol Maruly Pardede SIk SH MH mengatakan, laporan itu tidak benar. Setelah petugasnya melakukan interogasi mendalam dan mengkonfrontir teman-teman korban, ternyata Tasya berbohong.
“Menindaklanjuti adanya laporan penculikan pelajar itu, jajaran kami langsung melakukan penyelidikan. Dengan mengambil keterangan korban dan mengkonfrontir teman-temannya, ternyata terungkap bahwa korban itu ketakutan dengan Ibunya karena pulang terlambat. Itu disebabkan temannya tidak mau mengantar korban pulang ke rumah karena kehabisan bensin. Dengan demikian jelas, tidak ada terjadi penculikan di Palembang, masyarakat tidak perlu resah,” jelas orang nomor satu di Polresta Palembang itu.
Mengenai pengaduan yang sudah terlanjur dilaporkan di SPKT Polresta, bapak berpangkat melati tiga itu mengatakan kalau dalam hal ini tidak ada yang dinyatakan tersangka.
“Tidak setiap pengaduan ada tindak pidananya disitu. Dalam perkara ini, anggota kita agresif dengan mengumpulkan bukti dan saksi. Korban dan Terlapor pun sama-sama menjalani pemeriksaan. Dua terlapor kita periksa sebagai saksi saja, jika kita tetapkan tersangka baik korban maupun terlapor itu tidak cukup memenuhi unsur,” tandasnya.
Sementara, laporan korban saat di SPKT sebelumnya mengaku, ada lima pelaku sudah menculiknya di depan gerbang sekolah dengan menggunakan mobil Isuzu Panther warna putih silver. Dibawah ancaman sebilah senjata tajam, korban dibawa berkeliling. (agustin selfy)

