Halosumsel.com-
Akibat menghindari kejaran pemalak yang berusaha menghentikan
laju mobil ekspedisi dari arah palembang yang dikemudikan Al (40) warga padang, mobil yang bermuatan bahan kelontongan ini jadi terguling di simpang pancur Desa Lubuk Karet Kecamatan Betung, pada Minggu (10/1) sekitar pukul 15.00 WIB.
Beruntung kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, hanya tangan kanan Al saja yang mengalami luka gores akibat senjata tajam dari pemalak yang mencoba menghentikan laju kendaraannya. selain itu,
akibat kejadian ini, mobil bermuatan berat ini juga mengalami kerusakan pada bagian bawah mobil.
Diceritakan Al, jika kejadian ini bemula ketika mobil yang
dikemudikannya diikuti oleh dua orang pemuda yang menggunakan motor Suzuki jenis Satria FU tanpa nomor kendaraan sejak dari Desa Lubuk Karet, begitu tiba di sekitar simpang pancur, motor kedua pemuda ini langsung mendekati ke arah sopir, sambil mengancam dengan menggunakan pisau.
Karena penghindari tabrakan dengan pelaku yang memepet dari arah kanan, sopir langsung banting setir ke kiri, akibatnya mobil jadi terguling di tempat kejadian. Setelah sempat melukai tangan korbannya, kedua pelaku langsung kabur melarikan diri.
“Kedua pelaku mencoba mengejar saya sejak dari desa (Desa Lubuk Karet) tadi, tapi saya terus saja. Begitu di dekat sini, pelaku berhasil memepet saya, dan meminta saya untuk berhenti, sedangkan pelaku yang duduk dibagian belakang mengancam sambil menggunakan pisau, bahkan
tangan saya sempat tergores oleh pisaunya. Karena takut menabrak pelaku, saya banting setir ke kiri, akibatnya mobil jadi hilang keseimbangan, dan terguling, sedangkan pelaku langsung kabur,” bebernya saat dibincangi wartawan dilokasi kejadian (11/1).
Dijelaskan juga oleh Al, jika barang kelontongan yang dibawanya tersebut berasal dari Jakarta, dengan tujuan Jambi, dan Padang.
“Barang ini akan dibawa ke jambi, dan padang. Sekarang lagi menunggu
mobil lainnya untuk memindahkan barang yang ada di mobil, untuk mengevakuasi mobilnya supaya dapat diperbaiki kerusakannya ”
tambahnya.
Sementara keterangan Kapolsek Betung AKP Burnani diruang kerjanya (11/1) sesuai laporan yang disampaikan pengemudi kepada anggotanya bahwa truk naas itu kecelakaan tunggal dan pengakuan sopir bahwa akibat kecelakaan itu karena ngantuk.
Truk yang bermuatan pakaian itu tidak ada laporan dari pengemudi itu kalau penyebab kecelakaannya karena dikejar pemalak, selain tidak ada laporan itu juga tidak ada kerugian yang dideritanya kecuali kerusakan material saja, jelasnya.(waluyo)
