Halosumsel.com –

Untuk menghindari penumpukan kendaraan dari arah Plaju, Jakabaring dan Kertapati menuju Jembatan Ampera, banyak upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang guna memperbaikinya, seperti halnya pembangunan Fly Over di simpang Jakabaring. Namun, tampaknya pembangunan tersebut tak menunjukkan hasil yang memuaskan buktiknya masih ada saja penumpukan kendaraan dari ketiga arah tersebut menuju Jembatan Ampera.

Disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Investasi, Sudirman Teguh, Pemkot Palembang akan kembali melakukan rekayasa lalu lintas agar penumpukan kendaraan dari arah Plaju, Jakabaring dan Kertapati menuju Jembatan Ampera bisa teratasi salah satunya dengan melakukan uji coba penutupan jalan dimuara Fly Over dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas.

“Kita akan pasang pembatas jalan atau menutup jalan pada muara Fly Over sepanjang 100 meter sehingga nantinya tidak ada pertemuan kendaraan disana jadi akan ada tiga pintu yang rencananya akan dibuat untuk arus masuk kendaraan dari arah Plaju dan Kertapati. Selain menutup jalan pada muara Fly Over, juga akan dipasang rambu-rambu lalu lintas untuk sedikit menghambat laju kendaraan,” papar Sudirman kepada media pada saat rapat Forum Lalu Lintas Jum’at lalu (15/4).

Selain mengatur permasalahan di simpang Jakabaring, lanjut Sudirman, masih ada lagi titik kemacetan di Kota Palembang, seperti misalnya di Jalan Residen A Rozak depan Perumahan Kedamaian Permai yang arus nya semerawut. Lalu U-Turn depan Martadinata PT Bhanda Ghara Reksa (persero) yang telah banyak memakan korban kecelakaan dikarenakan U-Turn yang terlalu sempit.

“Sehingga nantinya pada Jalan Residen A Rozak akan diuji coba terlebih dahulu dengan menutup U-Turn didepan perumahan Kedamian Permai, lalu pada U-Turn depan pintu masuk dan keluar PT Bhanda Ghara Reksa (persero) kita meminta pada PT BGR untuk koordinasi dahulu dengan PLN dan Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan dan Pemakaman (DPJPP) terkait adanya tiang listrik dan taman yang harus dipindahkan jika ingin u  turn tersebut dilebarkan,” jelasnya.

Selain itu, Sudirman menambahkan, guna menjalin kerjasama yang baik Pemkot Palembang meminta kepada PT BGR terkait dengan saluran drainase pada jalur masuk dan keluar PT BGR yang menutup aliran air yang bisa menyebabkan banjir.

“Kita meminta kepada PT BGR agar memperluas drainase sebab Pemkot Palembang sekarang sedang gencar-gencarnya mengatasi banjir di kota Palembang sehinggga kita minta kepada PT BGR agar bisa menjalin kerjasama yang baik,” tegas Sudirman.

(Aisyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *