Halosumsel.com-
Dua sekawan yang masih duduk di bangku SMP, Ramons (15) warga Jalan KH Bastari Lorong Seroja RT 12/8 Kelurahan 8 ulu Kecamatan SU I, dan Ashani Taqwin (16), warga Jalan Paki Usman Lorong Cek Ona Kelurahan 3 ulu Kecamatan SU I, harus berurusan dengan pihak Polsek Seberang Ulu I Palembang.
Pasalnya, kedua bocah ini terlibat tawuran antar genk di kawasan Jalan Gubernur HA Bastari tepatnya di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang.
Penangkapan ini berawal, saat aparat dari Polsekta Seberang Ulu (SU) 1, mendapatkan informasi dari masyakarat, yang mengatakan adanya tawuran dikawasan tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, unit Buser dengan cepat langsung mendatangi lokasi kejadian.
“Awalnya kami mendapati laporan dari warga. Terus kami langsung koordinasi dengan unit patroli dan buser. Kami cek ke lokasi dab ternyata benar ada tawuran,” ungkap Kapolsek SU I, Suhardiman melalui Kanit Reskrim Ipda M Uzir, Senin (4/1).
Melihat kedatangan polisi, sontak saja membuat puluhan remaja yang terlibat tawuran tersebut kocar kacir.
“Kita berhasil amankan dua orang. Keduanya ditangkap lantaran membawa senjata tajam jenis pisau cap garpu dan parang. Kita jerat dengan undang-undang darurat tentang kepemilikan senjata tajam” ujarnya.
Sementara itu, tersangka Ashani mengaku, aksi tawuran itu terjadi lantaran dirinya teman-temannya yang tergabung dalam komunitas Destroy all brock dan Bradu (Brandal Lulu) berkenalan dengan komunitas Prahara.
“Kemudian saat itu komunitas Prahara terlibat tawuran dengan komunitas Jasad (Jakabaring sekuad). Sebagai teman, kami membantu komunitas prahara. Tak disangka rupanya komunitas Jasad dendam dengan kami,” ungkap Siswa SMP Kelas III ini.
Lalu, pada Minggu (3/1) malam, ketika komunitas Destroy all brock dan Bradu sedangkan nongkrong, komunitas Jasad langsung datang dan menantang.
“Mereka datang tiba-tiba pak, membawa sajam dan pedang, jadi saat itu kami tidak melawan dan mencoba kabur. Tetapi mereka terus mengejar kami. Daripada kami mati, jadi kami lawan. Terjadilah tawuran itu pak,” urainya penuh penyesalan.
Atas ulah keduanya, hingga kini keduanya masih diperiksa di Polsek SU I untuk diproses lebih lanjut, guna mempertanggungjawabkan ulahnya. (agustin selfy)
