Halosumsel-

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki yang juga Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-PPTPPO) Provinsi Sumsel secara resmi membukan kegiatan sosialisasi pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Gedung Kesenian Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (18/4).

Ishak Mekki mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel sengaja menggelar sosialisasi GT-PPTPPO di seluruh Kabupaten/Kota di Sumsel agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana bentuk, modus, dan cara yang dilakukan oleh pihak yang melakukan tindak pidana perdagangan orang dengan mengatasnamakan tenagakerja baik melalui pengiriman tenaga kerja duta seni, budaya,  perkawinan pesanan, pengangkatan anak, pemalsuan dokumen (KK/KTP), kerja paksa, penculikan dan lainnya.

Menurut Ishak, sosialisasi ini merupakan upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota terkait PPTPPO di wilayah Sumsel.

“Ini perlu diwaspadai dan jangan sampai terjadi kembali karna sudah cukup banyak kasus yang terjadi dari beberapa tahun terakhir di Sumsel, melalui sosialisasi ini kita berharap jangan sampai terjadi lagi kedepan,” ungkapnya.

Dijelaskan Ishak Mekki, tahun 2015 hingga 2017 terdapat beberapa kasus tindak pidana perdagangan orang yang ditangani oleh GT-PPTPO Provinsi Sumsel dengan korban 15 orang yakni 2015 sebanyak 4 kasus dengan korban 7 orang, tahun 2016 sebanyak 5 kasus dengan korban 8 orang dan tahun 2017 sebanyak 1 kasus dengan korban 2 orang.

Penyebabnya bisa dilihat dari berbagai aspek seperti kemiskinan, terbatasnnya lapangan pekerjaan, terlalu percaya kepada agen/perekrut dan lainnya. Dijelaskan Ishak, tindak pidana perdagangan orang masalah yang serius baik dari sisi sosial, politik, budaya, lingkungan dan ekonomi maupun harga diri dan martabat bangsa.

. “Ayo kita cegah bersama tindak pidana perdagangan orang. Khususnya kepada kaum perempuan, jangan mudah terpengaruh oleh iming-iming dari agent TKW,” imbuhnya.

Untuk mengatasi kemiskinan, kata Ishak Mekki, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah Sumsel diantaranya sejak 2008 Pemerintah Sumsel menjadikan pendidikan sebagai prioritas melalui program sekolah gratis sampai sarjana.

“Harapan kita bagaimana anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampun tetap bisa kuliah dan menjadi sarjana, dengan begitu mereka akan mampu mengangkat harkat dan martabat keluarganya,” terang Ishak Mekki.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumsel, yang juga ketua pelaksana sosialisasi, Susna Sudarti mengatakan, sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang, serta dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Sumsel.

Menurut Susna Sudarti, peserta sosialisasi di setiap kabupaten meliputi para tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Desa danperangkatnya, Tim Penggerak PKK, Darmawanita, organisasi perangkat daerah serta organisasi kemasyarakatan lainnya.

Hadir dalam Pembukaan ini, Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), HM Rifai, SE, Kasdim 0402 Mayor Inf. Eman, Kanit PPA polres OKI, Iptu Marinus Ginting, Kasi Pidum Kejari OKI Beni Wijaya, serta Sekretaris Pengadilan Agama Kayuagung.(sofuan/rel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *