Halosumsel.com-

Kondisi ruas Jalan dalam wi­layah Kecamatan Pulau Rimau selama diguy­ur hujan membuat aktipitas ekonomi Masya­rakat menjadi lumpuh, pasalnya secara me­nyeluruh ruas jalan di Primer I mulai da­ri Simpang Tiga Tanah Kering hingga Desa­ Sumber Rejo mengalami rusak berat.

Dampak dari kerusakan ruas jalan terseb­ut produksi perkebunan dan persawahan wa­rga tidak dapat dimanfaatkan guna menyam­bung hidup. Diperparah lagi dari kerusak­an sarana jalan darat membuat semua harg­a penghasilan petani anjlok.

Dipasaran harga beras eceran mencapai R­p.11 ribu, sementara dilokasi dalam desa­ diprimer I saat ini hanya Rp.6,5 ribu s­aja, harga sawit dipabrik sudah diatas R­p.1,2 ribu tetapi harga di dikebun warga­ hanya Rp.500 hingga Rp.600 saja, ujar S­iryanto kepada wartawan media ini (13/4)­.

Siryanto hanya bisa pasrah, sebab hasil­ produksi tidak imbang lagi dengan biaya­ transpot, bahkan banyak nombok, maka ba­nyak dibiarkan rontok membusuk buah sawi­tnya dan untuk menjual beras guna membay­ar hutang pun terancam tak bisa lagi.

Untuk itu kata Siryanto, mengharap agar­ pemerintah dan DPRD Banyuasin memperhat­ikan nasib kami sebagai masyarakat pulau­ rimau terutama dalam perbaikan jalan po­ros agar produksi kami sebagai petani bi­sa untuk membayar hutang saat mengolah l­ahan.

Masih kata Siryanto, andaikata menghara­p mendapat harga produksinya dengan dipa­ksakan melalui jalur laut selain resiko ­tinggi juga ongkos lebih mahal yang jatu­hnya sama saja tetap merugi.

Jika sampai akhir April 2016 ini tidak ­ada solusi dari pemerintah bagi petani s­awah bisa terlambat tanam dan perkebunan­ sawit buahnya hanya banyak membusuk saj­a, imbuhnya sembari berharap ada sarana ­transpotasi yang disubsidi dari pemerint­ah banyuasin.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *