Halosumsel-
Menjelang persiapan pelaksanaan Asian Games 2018, digelar Rapat Koordinasi dengan Inasgoc terkait dukungan masalah penanganan Keamanan Nuklir yang diselenggarakan langsung oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir.
Perhelatan Akbar (Major Public Event, MPE) adalah suatu kegiatan dalam level nasional atau internasional yang melibatkan sejumlah besar sumber daya dan memerlukan perencaaan serta implementasi Rencana Keamanan yang maksimal. MPE ini dapat berupa pertandingan olahraga atau pertemuan tingkat tinggi para petinggi negara, dan negara yang menjadi tuan rumah penyelenggara akan menghadapi tantangan besar dan kompleks. MPE ini akan menyita perhatian publik dan mendapatkan atensi media secara besar-besaran, sehingga dapat menjadi target para demonstran, pelaku kerusuhan atau bentuk kekacauan lainnya yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan. Satu hal yang menjadi perhatian penting adalah kegiatan ini dapat menjadi target bagi tindak kriminal atuapun aksi terorisme.
Tindak kriminal atau aksi terorisme ini dikuatirkan dapat melibatkan bahan nuklir dan radioaktif lainnya, dengan menggunakan perangkat yang disebut Radiological Dispersive Device (RDD, atau kita mengenalnya dengan dirty bomb), Radiation Exposure Device (RED), atau improvised Nuclear Device (IND) yang saat ini dianggap paling banyak signifikan dan secara simbolis menjadi salah satu bentuk aksi terorisme. Untuk itu, diperlukan upaya untuk melakukan tindakan pencegahan dan deteksi dini dalam rangka mewujudkan keamaanan bersama.
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) bekerja sama dengan International Atomic Energy Agency (lAEA) berencana untuk menerapkan sistem dan tindakan keamanan nuklir (nuclear security system and measures) dalam kegiatan Asian Games 2018. Kerja sama dan peran serta aktif dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) yang akan terlibat di dalam Asian Games sangat dibutuhkan untuk mensukseskan pelaksanaannya. Sebagai langkah awal, BAPETEN melaksanakan pertemuan dengan seluruh stakeholder yang dilaksanakan di Hotel Santika Radial Palembang pada tanggal 16 November 2017. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengkoordinasikan semua pihak/pejabat yang bertanggungjawab secara langsung terhadap penyelenggaran Asian Games 2018 guna melakukan pengenalan dan koordinasi terhadap keamanan nuklir, dan pentingnya penerapan keamanan nuklir pada Major Public Event (MPE), khususnya Asian Games 2018.
Rapat koordinasi dibuka oleh Sekretaris Utama BAPETEN, Bapak Hendriyanto hadi Tjahyono.
Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel, Ahmad Yusuf Wibowo, disela kegiatan Rapat Koordinasi dengan Inasgoc terkait dukungan masalah penanganan Keamanan Nuklir, di hotel Santika Palembang, kamis (16/11/2017) mengatakan kegiatan yang dilaksanakan bekerjasama dengan badan tenaga nuklir merupakan koordiansi kepada tuan rumah untuk menyikapi memberikan pehaman tentang nuklir.
Menurutnya ini mrupakan kewajiban untuk mengkoordinasikan kepada tuan rumah Asian Game Jakarta dan Palembang mengenai ancaman nuklir dan harus ada antisipasinya serta bagaimana cara yang harus dialkukan dalam rangka mencegah,
“ Kita mengantisipasi ancaman nuklir maupun ancaman non nuklir, yang mana untuk Indonesia terutama Palembang masih sangat awam,” urainya
Oleh karennya melalui kegiatan ini, diberikan koordinasi serta pencerahan kepada semua unsur yang bersinggungan dengan kesiapan venue serta keamanan di Jakabaring Sport City maupun stakeholder pemangku jabatan keamanan pada pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang.
“ Rakor ini akan berlangsung sehari penuh dengan materi yang akan diberikan terkait pencerahan, apa itu keamanan secara lebih dalam , apalagi ini menyangkut masalah keamanan negara Republik Indonesia, harus dilaksanakan secara baik,’ Tegasnya
Lebih lanjut ia menyampaikan ini juga memberikan sosialisasi mengenai bahan berbahaya yakni nuklir, lalu selanjutnya nanti akan dimaksimalkan mulai H-3 terus H + 3 dan h+7, kedatangan peserta itu harus diperhatikan.
OLeh karenanya fokus kepada pihak keamanan adalah dimulai dari perjalanan dari bandara, lalu di hotel,kemudian jalan yang dilalui oleh aktivitas tamu-tamu negara itu jadi perhatian serius tuan rumah.
“Kita tidak ingin pelaksanaan terganggu oleh hal-hal yang tidak diinginkan, kita jangan membuat malu Negara,” tutupnya
(sofuan)

