Halosumsel-

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan roda transportasi darat PT KAI terus saja melakukan persiapan-persiapan. Bertepatan liburan anak sekolah, natal dan tahun baru, tiket kereta api setiap jurusan pun sudah ludes terjual. Terjadi peningkatan sebesar 5 persen jika dibandingkan hari biasa. Hal tersebut disampaikan Kepala PT KAI Divre III Palembang, melalui Kepala Humas, Aida kepada wartawan Rabu (13/12) pagi.

“Ya, untuk tanggal-tanggal tertentu tiket sudah habis terjual, terutama kereta ekonomi,” terang Aida.

Menjelang posko Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 ditetapkan pada tanggal 22 Desember 2017 sampai dengan 7 Januari 2018.

“Selama masa itu, kita telah menyiapkan 2.702 tiket perharinya dan 45.934 tiket untuk total keseluruhan. Seperti diketahui, tiket ekonomi tetap menjadi incaran pengguna jasa kereta api, terutama untuk relasi Kertapati – Tanjungkarang, karena dengan tarif yang terjangkau, fasilitas yang ada dalam KA Ekonomi sangat nyaman,” paparnya.

Dikatakan Aida, untuk membantu masyarakat yang melakukan perjalanan, PT KAI juga menyiapkan posko di stasiun-stasiun keberangkatan penumpang, sehingga masyarakat yang menggunakan jasa kereta api dapat
lebih terlayani dengan baik.

“Selain untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan dalam perjalanan, kita juga PT menyiapkan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) di sejumlah titik yang rawan akan bencana longsor / amblas dan banjir, terutama menjelang arus mudik dan arus balik,” jabarnya.

PT KAI Divre III Palembang juga menempatkan petugas tambahan pemeriksa jalan rel ekstra dan petugas flying gang (regu terbang/siaga).

“Untuk memberikan rasa nyaman dan aman dari titik awal stasiun keberangkatan sampai stasiun tujuan akhir penumpang. Polsuska dan Security kita siagakan. Tidak lupa kami pun menghimbau kepada calon penumpang untuk tidak memakai perhiasan yang mencolok dan membawa barang bawaan yang berlebihan. Karena ada ketentuan yang harus diperhatikan penumpang saat bepergian,” tuturnya.

Mengenai kapasitas barang bawaan penumpang, PT KAI akan membatasi barang bawaan masing-masing penumpang, maksimal 20 kilogram atau dimensi barang tidak lebih dari 1 meter, karena apabila terjadi kelebihan bagasi, masing- masing penumpang akan dikenakan biaya angkut tambahan.

“Besarnya biaya tambahan adalah Rp 10 ribu bagi penumpang kelas eksekutif, Rp 6 ribu bagi penumpang kelas bisnis dan ekonomi komersial dan Rp 2 ribu bagi penumpang kelas ekonomi bersubsidi. Bagi penumpang yang membawa barang lebih dari 40 kilogram atau lebih dari 2 meter, barang akan ditolak dan disarankan menggunakan jasa ekspidisi,” tutup Aida.(agustin selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *