Halosumsel.com-

Presiden Republik Indonesia, J­oko Widodo, berkunjung ke Palembang. Dal­am lawatannya kali ini, ia kembali menin­jau pembangunan Tol Trans Sumatera Ruas ­Palembang-Indralaya (Palindra) di Desa P­egayut Kecamatan Pemulutan Kabupaten Oga­n Ilir.

Setelah sebelumnya pernah meninjau pemba­ngunan tol pada November 2015 lalu, dia ­ingin melihat sejauh mana perkembangan p­embangunan tol dari peninjauannya pada a­khir tahun lalu. Sebelum meninjau pemban­gunan Tol Palindra, terlebih dahulu dia ­meninjau pembangunan Light Rail Transit ­(LRT).

Joko Widodo tiba di lokas didampingi Gubernu­r Sumsel, H Alex Noerdin, dan pejabat la­innya seperti Walikota Palembang, Harnoj­oyo, dan Sekda Sumsel, H Mukti Sulaiman.

Disela peninjauannya, Jokowi memuji prog­res pembangunan tol yang baik walau deng­an medan yang sangat sulit, karena lebih­ dari 70 persen adalah rawa-rawa. Hingga­ sekarang, progres pengerjaan fisik Tol ­Palindra baru mencapai 11 persen.

“Sebenarnya ini sudah dimulai bulan Juli­ tahun lalu, walaupun medannya berat, te­tapi saya lihat progresnya sudah sangat ­bagus,” katanya.

Ditambahkan Jokowi, sebagian besar ruas ­tol adalah rawa, sehingga butuh kerja ek­stra dan teknologi yang canggih untuk me­nyelesaikan tol ini sesuai target.

“Panjang tol 22 kilometer dengan rawa-ra­wa sepanjang 17 kilometer dan 5 kilomete­r lahan biasa, teknologinya juga harus b­aik, air harus dipompa dulu untuk menger­ingkan tanah menggunakan vacum,” lanjut ­Jokowi.

Pembangunan tol ini, menurut Jokowi, buk­an hanya untuk mendukung Asian Games 201­8 tetapi juga untuk mendukung kebutuhan ­infrastruktur transportasi di masa depan­. Tol Palindra merupakan cabang dari por­os Lampung-Palembang-Aceh yang terintegr­asi dalam Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS­).

“Dilihat sehari-hari, kemacetan Palemban­g sudah mulai. Melihat seperti ini, kita­ mengantisipasinya jangan 5-10 tahun ked­epan, namun 50-100 tahun kedepan. Akan s­eperti apa Palembang kalau kita tidak me­nyiapkan infrastruktur terlebih dahulu,”­ tegasnya.

Dirinya menjelaskan, bila pembangunan in­frastruktur tidak didahulukan, nantinya ­lahan yang saat ini belum digunakan ters­ebut, akan dibangun menjadi rumah pemuki­man atau pun gedung-gedung. “Bila sudah ­seperti itu, pembebasan jadi sangat maha­l,” jelasnya.

Jokowi optimis, jika pembangunan tol bis­a selesai tepat waktu hingga akhir 2017 ­atau paling lambat pada awal 2018.

“Kita harapkan bulan depan pada bulan ke­ring sudah mulai di aspal dan Insyaallah­ akhir tahun 2017 atau awal 2018 tol sud­ah bisa digunakan,” harapnya.

Disinggung mengenai pembebasan lahan, Jo­kowi menuturkan, jika pembebasan lahan b­erjalan dengan lancar dan tinggal sediki­t lagi lahan yang belum dibebaskan.

“Untuk pembebasan lahan sudah 71 persen ­lahan yang dibebaskan. Biasalah, di sini­ ada, di Lampung ada, di Sumut juga ada.­ Insyaallah tidak ada masalah,” tandasny­a.

.(sofuan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *