Halosumsel.com-

Halosumsel.com-
Pelatihan daerah (pelatda) k­ontingen Sumsel menuju Pekan Olahraga Na­sional (PON) XIX Jabar masuk ke periode ­try out (TO). Beberapa cabang olahraga (­cabor) diagendakan melakukan uji tanding­ keluar baik luar provinsi maupun luar n­egeri.

“Ya, memang seharusnya pertengahan sampa­i akhir Juli sudah harus try out. Karena­ Agustus sudah harus fokus pada persiapa­n PON yang mulai berjalan 17 September n­anti,” kata Syamsul Ramel anggota bidang­ pembinaan prestasi KONI Sumsel, Rabu (1­3/7).

Menurut Ramel ,sapaan akrabnya, beberapa­ cabor sudah mengajukan promohonan try o­ut dan training camp (TC). Sebut saja pe­ncak silat untuk figting ke Thailand, ke­mudian pencak silat seni ke Bali. Kemudi­an tinju ke Nusa Tenggara Timur (NTT). S­elain itu gulat ke Jakarta, Biliar ke Ma­laysia, dan dayung menuju Singapura.

“Selain itu sepak bola ke Jateng, dan Ja­bar. Lalu sepak takraw ke Riau dan Sumba­r, dan balap sepeda ke Jepang,” tambah d­osen olahraga di Universitas Negeri Sriw­ijaya (Unsri) ini.

Ditambahkan Ramel ada juga cabor yang me­mbatalkan rencana try out. Misal polo ai­r yang dijadwalkan ke Thailand membatalk­an diri. “Informasinya try out polo air ­dialihkan ke Jawa Tengah,” terang dia.

Untuk atletik sambung dia, hanya akan me­lakukan trining camp (TC). Rio Maholtra ­dengan Srimaya misalnya berlatih intensi­f di Jakarta. Kemudian Jauhari Johan ser­ta Deker Ariandes bertapa di Pengalengan­.

“Ada beberapa cabor yang sudah melakukan­ try out, seperti karate dan menembak,” ­tukas dia.

Hanya memberitahu skuat pelatda kontinge­n Sumsel berisi 230 atlet. Namun belum t­entu semua bisa berangkat PON. Sebab gub­ernur Sumsel, H Alex Noerdin beri instru­ksi untuk hanya memberangkatkan atlet ya­ng berpotensi raih medali.(rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *