Halosumsel-
Malang menimpa Syafarudin (36) dan Keayla Putri Aprida (6). Betapa tidak dua beranak ini tertabrak kereta api jurusan Lubuk Linggau – Palembang saat mengendarai sepeda motor di Jalan Abi Kusno Lorong Sunan RT 24 RW 05 Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati pada Minggu (12/2) pukul 09.30 WIB. Akibatnya, karyawan swasta yang tinggal di Jalan Abi Kusno CS Lorong Sukabaru III RT 24 RW 05 Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati tewas ditempat, sementara anaknya masih kondisi kritis dirawat di UGD RSUD Bari.

Menanggapi adanya kejadian tersebut, piket fungsi, Ka SPKT dan Tim Identifikasi Polresta Palembang pimpinan Aiptu Agus Wijaya S.Psi langsung ke lokasi kejadian perkara.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung ke lokasi kejadian. Disana kami turut mengamankan sepeda motor korban jenis suzuki smash berwarna merah BG 3011 MB. Sang pengemudi, tidak lain bapaknya meninggal dilokasi, sementara anaknya kritis, namun sudah di evakuasi ke rumah sakit Bari,” tutur Agus Wijaya S.Psi kepada awak media.

Menurut Muhammad Ali Hilki (48) terdengar dentuman keras bersamaan melintasnya kereta api jurusan Lubuklinggau – Kertapati dengan kecepatan tinggi.

“Saat mendengar suara keras itu, saya langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi. Seperti ada tabrakan, saya memanggil Tini (43) selaku isteri korban. Dugaan saya benar, suami Tini tertabrak kereta api,” jelas pedagang yang tinggal di Jalan Abi Kusno Lorong Sunan Depan Pabrik Karet PT Sunan Rubber Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati.

Sementara, isteri korban, Tini menjelaskan, saat kejadian suaminya membawa anak perempuannya.

“Saat di panggil Ali, saya langsung keluar dari warung. Ketika mendekat, ternyata suami dan anak saya yang tertabrak. Sepeda motor suami saya terseret sejauh 50 meter,” terangnya kepada petugas sambil menangis. (agustin selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *