Palembang, Halosumsel – Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia (KSTI) secara resmi menarik dukungannya terhadap calon Gubernur Sumatera Selatan, Ir. H. Mawardi Yahya, dan calon Wakil Gubernur, Anita. Keputusan ini disampaikan melalui surat penarikan dukungan dengan Nomor: Sprint/02/VIII/DPP/KSTI/04, yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KSTI.
Indria Febriansyah Ketua Umum KSTI menyampaikan keputusan tersebut kepada seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) KSTI di Sumatera Selatan. Dalam surat tersebut, ia menginstruksikan penghentian seluruh kegiatan yang berkaitan dengan dukungan kepada pasangan calon tersebut.
“Sehubungan dengan situasi dan kondisi terbaru terkait Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan, dengan ini Dewan Pimpinan Pusat Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia menginstruksikan kepada seluruh Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia Sumatera Selatan untuk menarik kembali dukungan kepada Bapak Ir. H. Mawardi Yahya sebagai Calon Gubernur Sumatera Selatan,” demikian bunyi surat tersebut.
Instruksi tersebut mencakup beberapa poin penting, yaitu:
1.Penghentian Kampanye Sosial Media Seluruh kegiatan kampanye di media sosial yang mendukung Mawardi Yahya, termasuk di platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook, harus dihentikan segera. Konten-konten yang telah dipublikasikan terkait dukungan juga harus dihapus.
2. Pembatalan Deklarasi Dukungan Rencana penyelenggaraan deklarasi dukungan yang semula dijadwalkan pada Selasa, 6 Agustus 2024, dibatalkan. Semua pihak terkait harus diinformasikan mengenai pembatalan ini.
3. Pencabutan Dukungan dari Tokoh Agama dan Tokoh Adat: Pendekatan dan pemberitahuan kepada tokoh agama dan tokoh adat di setiap daerah mengenai penarikan dukungan ini harus segera dilakukan. Semua pertemuan dan diskusi yang telah direncanakan dengan mereka juga harus dibatalkan.
4. Pembubaran Tim Saksi di Tiap TPS se-Sumatera Selatan Tim saksi yang telah dibentuk di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-Sumatera Selatan harus dibubarkan.
Indria Febriansyah menekankan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor dan dinamika internal di Sumatera Selatan. Meskipun menarik dukungan dari Mawardi Yahya dan Anita, KSTI belum mengumumkan dukungan baru untuk calon lain dalam Pilgub Sumsel 2024.
Kabeh Sedulur Tamansiswa Indonesia akan terus melakukan evaluasi terhadap situasi politik yang berkembang dan mengambil langkah-langkah yang dianggap paling sesuai untuk mendukung pendidikan dan pencerahan masyarakat.
Sofuan

