PALEMBANG, Halosumsel – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Fitriana S.Sos M.Si, kembali menegaskan pentingnya sinergi antar-pemerintah untuk mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Hal ini disampaikannya dalam serangkaian kegiatan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) KLA yang digelar di lima kabupaten sepanjang April 2025.

Kegiatan VLH, yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KemenPPPA-RI), bertujuan mengevaluasi implementasi kebijakan dan program perlindungan anak di tingkat daerah. Fitriana secara aktif memberikan arahan dan apresiasi via daring dalam lima sesi verifikasi, mencakup Kabupaten Musi Banyuasin (23/4), Ogan Ilir (24/4), OKU (28/4), OKU Timur (29/4), dan Empat Lawang.

“Verifikasi ini menjadi momentum evaluasi penting untuk memastikan sinergi antar-instansi dalam mendorong program KLA berkelanjutan. Kami harap capaian positif dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan,” ujar Fitriana dalam sambutannya di Ruang Kerja Kadis PPPA Sumsel Rabu (30/4).

VLH merupakan tahap lanjutan dari verifikasi administrasi, dengan fokus mengonfirmasi pemenuhan indikator KLA seperti akses pendidikan, kesehatan, perlindungan dari kekerasan, serta partisipasi anak dalam pembangunan. Fitriana menekankan, kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi kunci untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi secara holistik.

“Komitmen bersama ini tidak hanya sekadar mencapai predikat, tetapi mewujudkan lingkungan yang benar-benar ramah dan aman bagi tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Sebelumnya, DPPPA Sumsel telah melakukan pendampingan dan pemantauan ke sejumlah daerah untuk memastikan kesiapan menghadapi verifikasi. Program KLA sendiri mencakup 24 indikator, termasuk pengembangan kebijakan pro-anak, pencegahan perkawinan usia dini, dan penguatan forum partisipasi anak.

Dengan dituntaskannya VLH di lima kabupaten, Fitriana berharap seluruh daerah di Sumsel dapat mencapai status KLA, sejalan dengan visi pemerintah provinsi untuk menjadikan Sumsel sebagai wilayah yang semakin inklusif bagi generasi muda.

Advetorial