Palembang,Halosumsel – Puluhan massa dari Relawan Prabowo-Gibran (POBRAN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Selatan. Mereka menyoroti dugaan pungutan liar (pungli) di berbagai lapas, termasuk kerusuhan yang terjadi di Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti, Musi Rawas.

Ketua Umum POBRAN, Supriyadi, mengatakan bahwa kerusuhan pada 8 Mei 2025 diduga dipicu oleh razia ponsel yang dilakukan petugas karena tidak adanya setoran dari Kalapas kepada oknum Kanwil Ditjenpas.

“Para napi merasa sudah bayar ke Kalapas, tapi tetap dirazia. Akibatnya, mereka marah dan rusuh. Videonya bahkan viral di media sosial,” ujarnya kepada wartawan, disela sela demo Rabu pagi (11/6/2025)

Supriyadi juga mengungkapkan adanya dugaan pungli jelang kunjungan DPR RI ke Kanwil Ditjenpas. “Kami minta Kakanwil Ditjenpas Sumsel bertanggung jawab. Bila perlu, mundur dari jabatannya,” tegasnya.

Massa diterima oleh Kepala Bidang Perawatan, Keamanan dan Kepatuhan Internal, Dr. Syahroni Ali. Syahroni menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Aksi ini jadi pengingat bagi kami. Dugaan pungli itu akan kami cek langsung ke lapangan. Kalau terbukti, tentu akan ada sanksi tegas karena itu sudah masuk ranah pidana,” kata Syahroni.

Ia juga menyampaikan bahwa komitmen Ditjenpas untuk memberantas praktik pungli sangat serius, dan mengapresiasi kontrol sosial dari masyarakat. “Tanpa pengawasan publik, kami tidak bisa bekerja maksimal. Kami akan jadikan ini evaluasi penting,” tutupnya. Sofuan