OKU Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengambil langkah nyata dalam menjamin kesejahteraan tenaga pendidik di wilayahnya.
Bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Baturaja, Kemenag OKU menggelar sosialisasi masif bagi seluruh Kepala Madrasah jenjang RA/TK, MI, MTs, hingga MA se-Kabupaten OKU.
Kepala Kantor Kemenag OKU, Dr. H. Muhammad Ali, S.Ag., M.Pd.I., dalam arahannya menekankan bahwa perlindungan jaminan sosial adalah instrumen penting untuk memuliakan profesi guru.
“Guru adalah pilar utama pendidikan. Kami ingin seluruh pejuang pendidikan di OKU memiliki sandaran perlindungan yang kokoh agar dapat fokus mengabdi tanpa rasa cemas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan OKU, Rizki, menyampaikan bahwa pihaknya hadir sebagai langkah awal dalam mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi dalam pengabdian guru menjalankan tugas mengajar di lapangan.
“Kami hadir sebagai ‘payung’ sebelum hujan. Kami ingin Bapak dan Ibu guru tenang saat mengajar, karena ada kepastian bagi masa depan keluarga. Tugas Bapak dan Ibu mendidik bangsa, biar kami yang menjaga ketenangan hati Bapak dan Ibu saat bekerja,” tuturnya.
Sebagai penutup, Rizki mengajak seluruh masyarakat OKU untuk bersama-sama melindungi diri.
“Perlindungan jaminan sosial bukan hanya untuk pegawai kantoran atau guru, melainkan hak bagi seluruh pekerja. Apapun profesi Anda—baik itu petani, pedagang pasar, pekerja bangunan, sopir, hingga pelaku UMKM—kini saatnya sadar akan pentingnya perlindungan diri. Dengan mendaftarkan diri secara mandiri, Anda telah memberikan jaring pengaman bagi ekonomi keluarga. Segera daftarkan diri Anda hari ini melalui kanal resmi BPJS Ketenagakerjaan untuk masa depan yang lebih tenang, mandiri, dan sejahtera,” tutup Rizki.
Menambahkan dukungan, Mansursyah, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Muara Enim, menyatakan bahwa sinergi ini adalah wujud nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial.
“Tidak hanya di OKU, tetapi juga di wilayah Muara Enim dan sekitarnya, kami terus mendorong agar seluruh pekerja—baik formal maupun informal—segera mendaftarkan diri. Perlindungan ini bukan sekadar angka, melainkan jaring pengaman yang akan menjaga keluarga saat risiko kerja datang tanpa diduga,” ujarnya.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja merasa aman dan terlindungi. Mari bersama-sama kita wujudkan masyarakat pekerja yang sejahtera dan berdaya,” tutup Mansursyah.(ril)

