Palembang, Halosumsel.co.id – Pelantikan dan Pengukuhan Ketua dan Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Sumatera Selatan (SUMSEL) Periode 2021-2024 resmi dikukuhkan bertempat di Griya Agung Rabu (17/11) Palembang.
Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin mengatakan dirinya yang ketiga kalinya menjabat sebagai ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Ungkapnya usai dirinya dilantik.
“Forum pembauran kebangsaan ini yang ketiga kali saya menjabat 2009 terus sampai 2016 dua periode,kemudian dilanjutkan oleh Pak predi 2016-2020,kemudian di tunjukkan saya lagi untuk menjadi ketua forum pembauran kebangsaan 2021 sampai 2024,” ucapnya.
Hal ini berkaitan dengan forum pembauran kebangsaan ini berdasarkan dari pada peraturan menteri Dalam Negeri Nomor 34 tahun 2006 mengharuskan seluruh provinsi sampai kecamatan kabupaten kota untuk sampai ke daerah untuk dapat membentuk forum pembauran kebangsaan.
“Di mana dalam hal ini etnis yang paling pokok dan substansial jangan sampai ada meminimalisir kekonflikkan dari pada pertikaian apapun jadi suku agama ras dan etnis yang ada di provinsi Sumatera Selatan ini,” ujarnya
Sultan sebagai ketua FKP menjelaskan bahwa bukan hal yang gampang untuk memimpin forum yang harus menjaga kerukunan antar umat beragama
“Bukan hal yang gampang untuk bagaimana tadi membicarakan lebih berat dari pada FKUB forum kerukunan umat beragama akan tetapi kita di sini ada agama aetnis ada rasa pada suku ini nih makanya tadi ini lebih lebih berat dari pada yang menjadi FPK ini minta tolong sama teman wartawan semuanya dan kepada Allah agar Allah memberikan pertolongan,memberikan keselamatan,” ucapnya.
Sultan mengatakan akan ada kunjungan ke Daerah Riau untuk menjadi Narasumber Forum Pembauran Kebangsaan setelah pelantikan ketua forum tersebut.
“Insya Allah tanggal 26,28 November kita akan diundang untuk menjadi narasumber FPK berkebangsaan diadakan di Riau itu Sesumatera,ke depan nya nanti kita akan berbicara dengan Kesbangpol dan kita akan melakukan rapat kembali tapi sudah ada beberapa wacana yang akan dirumuskan setelah pelantikan ini ke depannya,” katanya.
Sultan Berharap tidak ada etnis minoritas seperti diabaikan semuanya harus dirangkul menjadi kerukunan hidup menuju Bhineka Tunggal Ika.
“Jangan suatu etnis minoritas itu seperti diabaikan itu jadi semuanya harus dirangkul menjadi suatu kesatuan utuh, dan yang mayoritas segala macam terjadi kesetaraan ya tidak ada perbedaan-perbedaan, jadi semuanya membangun untuk menjadi kerukunan hidup yang harmoni menuju ke Bhinneka Tunggal Ika yaitu maupun kita berbeda beda tetapi tetap satu juga,” tutupnya. Deva

