PALEMBANG, Halosumsel -Dalam rangka untuk menjaga warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan pelestarian koleksi Nusantara dan naskah kuno di Kota Palembang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang bersilaturahmi ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam yang terletak di Jalan Sultan M. Mansyur No. 776, Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat II, Kota Palembang, Kamis (25/6/2026) dalam rangka Identifikasi, Pendaftaran, dan Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara 2026.
Rombongan dipimpin Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang Agus Supriyanto, ATD, MM bersama staf dan didampingi Assoc Prof Dr. Hj. Nyimas Umi Kalsum, S.Ag., M.Hum yang merupakan akademisi dan ahli filologi di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Agus Siswanto dari Manassa Pusat dan BRIN dan di terima oleh Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn.
Juga hadir diantaranya R.M.Rasyid Tohir,S.H, Dato’ Pangeran Nato Rasyid , Dato’ Pangeran Suryo Febri Irwansyah, Pangeran Mas’ud Khan , Raden Genta Laksana, Leni Mastuti, Ismail Gondrong.
Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn menyambut baik program pelestarian naskah kuno yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang. Menurutnya, berbagai koleksi pustaka, manuskrip, dan benda pusaka yang dimiliki Kesultanan merupakan bagian penting dari sejarah dan identitas budaya Palembang yang perlu dijaga serta diperkenalkan kepada masyarakat luas.
“Kami sangat mendukung kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, terutama dalam pendataan, pelestarian, dan digitalisasi berbagai pustaka serta benda-benda pusaka yang kami miliki. Melalui kolaborasi ini, masyarakat dapat lebih mengenal kekayaan sejarah dan budaya Palembang yang tersimpan dalam berbagai naskah dan koleksi bersejarah,” ujarnya.
SMB IV berharap kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada pendataan dan digitalisasi, tetapi juga dapat diwujudkan dalam berbagai kegiatan edukatif dan budaya yang melibatkan masyarakat. Dengan demikian, generasi muda dapat memahami dan menghargai warisan sejarah yang dimiliki Kota Palembang.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, Agus Supriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga dan melestarikan naskah-naskah kuno yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan pihak Kesultanan Palembang Darussalam. Melalui program identifikasi, pendataan, dan digitalisasi ini, kami berharap berbagai koleksi naskah kuno yang tersimpan dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn sempat memperlihatkan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam diantaranya jubah bersejarah peninggalan Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) yang panjangnya diperkirakan 1, 5 meter, warna kuning oranye, motip bunga bunga, berlengan panjang ada sedikit robek di leher kanan, kini menjadi salah satu koleksi berharga yang dimiliki Kesultanan Palembang Darussalam, Al Quran Tintas Emas peninggalan era Kesultanan Turki Usmani, stempel Kesultanan Palembang Darussalam dan, silsilah Kesultanan Palembang Darussalam, naskah -naskah kuno, keris, tombak.
Dudi

