Halosumsel.com-
Pangdam II Sriwijaya hari ini Jumat (7/7) Mayjen TNI Purwadi Mukson Melaunching tiga penemuan baru berupa cairan Bios 44, Nusantara Gapo 44 dan Rekayasa bahan bakar nabati bio Diesel di depan halaman Kodam II Sriwijaya
Dijelaskan Purwadi,” sebar cairan Bios 44 untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan agar tidak terulang kembali, berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah meski saat ini wilayah Sumatera Selatan belum memasuki musim kemarau, Jajaran Korem 044/Garuda Dempo mulai menyebar Bios 44 ke wilayah gambut.
Lanjut Pangdam,” pihaknya melalui Korem 044/Gapo mulai melaku siraman perdana cairan yang dinamakan Bios 44 diwilayah lahan gambut yang rawan terbakar dan sulit dipadamkan saat sudah terbakar.
Jenderal Bintang Dua Dipundaknya ini mengklaim cairan yang disebut bios 44 merupakan jenis paduan beberapa mikroorganisme yang disatukan bergungsi mampu memperkecil hingga menutupi rongga-rongga yang ada lahan gambut dalam tempo tertentu, nantinya lahan lahan tidak mudah terbakar.
“Cairan Bios 44 setelah disiram diarea gambut akan berkembang secara terus menerus menutupi rongga gambut yang pada saat kemarau mudah terbakar, bios 44 akan lebih mudah berkembang kalau kondisi gambut masih dipenuhi air seperti yang ada saat ini,” urainya.
Lebih lanjut ia menambahkan cairan bios 44 selama 3 bulan setelah dilakukan penyiraman akan membuat lahan menjadi subur dan bisa ditanami dengan tanaman, dan saat kemarau lahan gambut telah terkunci dan tidak mudah terbakar.
Menurutnya cairan bios tidak berbahaya bagi lehidupan dilokasi atau bagi manusia, bakan bisa membuat subur lahan dan bisa menjadi pakanan bagi ikan yang hidup dilahan gambut.
“Kita akan terus menyebar cairan bios 44 ini kesemua lahan gambut, agar pada saat kemarau cairan bios 44 yang telah disebar akan menekan kemungkinan kebakaran lahan,” tutupnya
Selain bios 44 Pangdam juga melaunching Nusantara Gapo 44 yakni serbuah cairan yang tidak memerlukan banyak air dalam memadamkan kebakarah hutan dan lahan cukup satu gram dapat memadamkan kebakan 1 hektare,” bebernya
Selain itu Rekayasa bahan bakar bio diesel yang bahan bakunya dari ampas kelapa sawit dan limbah menjadi bahan bakar diesel,dengan kelebihan mesin kendaraan lebih halus dan ramah lingkuingan,” tandasnya
Sementara Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arif Wibowo mengatakan,” cairan telah disebar di Indralaya karena wilayah tersebut pada saat kemarau tahun lalu terjadi kebakaran yang hebat dan sulit diatasi karena sangat luas.
Selain itu di Air Sugihan kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tepatnya di simpang 3, daerah ini jadi sumber api yang sulit dipadamkan serta jadi sumber asap.
“Kita akan fokus mengembangkan hasil temuan yakni Bios 44 sebagai peredam lahan gambut yang mudah terbakar,” katanya.
Ditambahkannya untuk menyebarkan cairan bios 44 yang telah dicampur air dengan kapasitas besar, pihaknya bekerjasama dengan tim Karhutla yakni BNPB, BPBD dan pihak terkait dengan menggunakan pesawat MI-8-MTV.
“Nanti akan kita lakukan lagi penyiraman cairan bios 44 yang sudah dicampur air, dan akan kita pantau lagi dalam kurun waktu 3 bulan mendatang,” terangnya.
Setelah melaunching Pangdam didamping Danrem 044/ Gapo melakukan penempelan stiker bahan bakar hemat energi di mobil dinas kendaraan di lingkungan kodam ii sriwijay dan menyaksikan atraksi pemadaman api dengan menggunalkan nusantara Gapo 44,
Hadir pada acara tersebut seluruh kabalak dan asisten Kodam II Sriwijaya (sofuan)

