Halosumsel-
Untuk memaksimalkan pengenalan Bios 44 ke masyarakat, Korem 044/Gapo dan Kodim 0404/Muara Enim terus melakukan sosialisasi, kali ini dilakukan terhadap Babinsa (Bintara Pembina Desa) di jajaran Kodim 0404/Muara Enim, mengingat Babinsa merupakan ujung tombak Satuan Komando Kewilayahan(Satkowil) yang bersentuhan langsung dengan kehidapan masyarakat, diharapkan nantinya dapat mensosialisasikan penggunaan Bios 44 kepada masyarakat yang ada di wilayah binaannya masing-masing, Rabu (14/6/2017).
Acara sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Makodim ini disampaikan oleh Kasiops Korem 044/Gapo Mayor Inf Andik Siswanto, S.IP., M.IPOL. yang diwakili oleh Praka Sulistiono. Dalam sosialisasinya disampaikan Bios 44 yang ramah lingkungan kerena merupakan gabungan mikroorganisme, pada mulanya diciptakan untuk membantu dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di wilayah Sumsel, dan kini berkembang pada sektor pertanian dan perkebunan maupun perikanan yang mampu meningkatkan produktivitasnya.
“Setelah melakukan beberapa kali percobaan penggunaan Bios 44 di lahan persawahan dan perkebunan yang kurang subur menjadi subur, lahan bekas tambang yang tandus menjadi dapat ditanami dan kolam ikan yang Ph rendah menjadi meningkat dan ikan dapat berkembang baik, inilah perlunya sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan produktivitas dengan biaya ringan” terang Sulis.
Pada kesempatan ini juga Pasiops Kodim 0404/Muara Enim Kapten Inf Feber Irwanda didepan sekitar 60 orang Babinsa jajarannya mengatakan, sosialisasi Bios 44 ini bertujuan untuk mensosialisasikan manfaat Bios 44 kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah Kodim 0404/Muara Enim yang meliputi Kab. Muara Enim, Kab. PALI dan Kota Prabumulih melalui Babinsa, dimana bahan cair Bios 44 dapat membantu warga dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan perkebunan maupun perikanan.
“Bios 44 ini adalah hasil inovasi Korem 044/Gapo, kita harus turut mendukung dalam mensosialisasikan kepada masyarakat, karena dengan menggunakan Bios 44 masyarakat akan terbantu dalam mengolah lahan dan mengurangi biaya pembelian pupuk serta hasil panen dapat maksimal” ujar Pasiops.(sofuan/rel)

