MUBA, Halosumsel – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi terus bergerak cepat merealisasikan program penguatan kualitas dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia asal daerah Musi Banyuasin. Sebagai langkah konkret, Disnakertrans Muba menggelar Rapat Koordinasi Bersama Wali Murid dan Calon Peserta Pelatihan di SMK Negeri 1 Lais, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang memanfaatkan alokasi anggaran non-APBD hasil tindak lanjut Nota Kesepakatan antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia / Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
SMKN 1 Lais dipercaya menjadi mitra sekaligus tempat pelaksanaan seleksi mandiri bagi para alumni laki-laki. Meski kuota awal yang ditetapkan sebanyak 20 orang, antusiasme pendaftar melonjak hingga mencapai 30 orang. Proses seleksi ketat dengan supervisi penuh Disnakertrans Muba dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026 mendatang.
Peserta yang lolos seleksi akan menjalani program pelatihan terpadu tanpa membebani APBD Muba, meliputi pelatihan Bahasa Inggris intensif selama 2 bulan atau 660 Jam Pelajaran, serta pelatihan kejuruan Las atau Welder selama 20 hari atau 180 Jam Pelajaran. Lulusan dari program ini disiapkan untuk mengisi peluang kerja profesional sektor manufaktur dan industri di Qatar dan Polandia. ungkap Kadisnaketrasn Muba Herryandi Sinulingga, AP, Kamis,23 Juli 2026
Kepala Disnakertrans Kabupaten Musi Banyuasin, Herryandi Sinulingga, AP, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis daerah dalam membangun sumber daya manusia berkualitas dan memiliki keterampilan.
“Program ini merupakan tindak lanjut nyata dari Nota Kesepakatan antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia / Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Dalam hal ini, SMKN 1 Lais secara resmi terpilih menjadi mitra pelaksana seleksi bagi alumni terbaiknya,” ujar Herryandi Sinulingga.
Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan visi pimpinan daerah dalam mendorong kemandirian dan daya saing masyarakat Muba.
“Langkah ini merupakan wujud komitmen penuh dari Bupati Muba, Bapak HM. Toha Tohet, dan Wakil Bupati, Bapak Kiai Abdur Rohman Husen, dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global menuju Muba Maju Lebih Cepat. Melalui optimalisasi anggaran non-APBD yang terus ditindaklanjuti oleh Disnakertrans Muba, kita membuktikan bahwa penyiapan tenaga kerja berkualitas internasional dapat terwujud tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD. Dengan kombinasi keahlian welder presisi dan penguasaan bahasa asing, alumni ini kita harapkan siap bersaing di pasar kerja global di Qatar dan Polandia. Disnakertrans Muba akan mengawal seluruh proses ini agar para pekerja migran asal Muba berangkat secara legal, aman, terlindungi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan ekonominya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Muba, Sukarni, mengapresiasi keaktifan pihak sekolah dalam menyukseskan program ini.
“Disnakertrans Muba mengapresiasi keaktifan SMKN 1 Lais sebagai tuan rumah dan pelaksana teknis seleksi. Peran kami di dinas adalah melakukan supervisi serta pengawasan melekat agar seluruh tahapan berjalan transparan dan sesuai dengan tata kelola perundang-undangan yang berlaku. Fokus utama kami adalah menjamin aspek legalitas dan pemenuhan standar kompetensi sebelum peserta diberangkatkan ke negara tujuan,” ungkap Sukarni.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SMKN 1 Lais, Sofyan, menyatakan kesiapan jajarannya dalam menyaring calon peserta terbaik.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan pengawasan dari Disnakertrans Muba. Sebagai pihak sekolah, kami berkomitmen melaksanakan proses seleksi secara transparan, objektif, dan akuntabel. Kami ingin memastikan alumni yang terpilih adalah mereka yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas disiplin untuk membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Musi Banyuasin di kancah luar negeri,” tutur Sofyan.. rel

