Halosumsel.com –
Kepala Staf Korem 044/Gapo Letkol Inf Imanulhak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada upacara peringatan hari Ibu ke-88 tahun 2016 di Makorem 044/Gapo Selasa 22 Desember 2016 pukul 07.00 Wib, yang diikuti oleh seluruh prajurit dan ASN jajaran Korem 044/Gapo.
Untuk mengenang peringatan hari Ibu dibacakan sejarah singkat hari Ibu yang dimulai dengan tonggak sejarah berdirinya hari Ibu diawali pada pelaksanaan kongres Perempuan Indonesia pertama di Yogyakarta pada tanggal 22 sd 25 Desember 1928 dengan terbentuknya organisasi Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI), melalui organisasi ini terjalin kesatuan semangat juang kaum perempuan untuk secara bersama-sama kaum laki-laki berjuang meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia. Pada tahun 1929 Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) berganti nama menjadi Perikatan Perkumpulan Istri Indonesia (PPII) dan pada tahun 1946 badan ini menjadi Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) yang sampai saat ini terus berkiprah sesuai aspirasi dan tuntutan zaman.
Pada tahun 1935 diadakan Kongres Perempuan Indonesia kedua di Jakarta yang menghasilkan ketetapan fungsi utama perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa, yang berkewajiban menumbuhkan dan mendidik generasi baru yang lebih menyadari dan lebih tebal rasa kebangsaannya. Pada tahun 1938 diselenggarakan kongres ketiga di Bandung menetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari Ibu, dan secara resmi melalui Kepres No.316 tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959 yang menetapkan bahwa Hari Ibu tanggal 22 Desember merupakan Hari Nasional dan bukan hari libur.
Peringatan hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, akan makna hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum Perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan Bangsa untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia sebagaimana tercermin dalam lambang hari Ibu berupa setangkai bunga melati dengan kuntumnya, yang menggambarkan pertama kasih sayang kodrati antara Ibu dan anak, kedua kekuatan, kesucian antara Ibu dan pengorbanan anak dan ketiga kesadaran wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bhakti dalam pembangunan Bangsa dan Negara. Adapun semboyan pada lambang hari Ibu merdeka melaksanakan dharma mengandung arti bahwa tercapainya persamaan kedudukan, hak kewajiban dan kesempatan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki merupakan kemitrasejajaran yang perlu di wujudkan dalam kehidupan, berkeluargaan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi keutuhan, kemajuan dan kedamaian bangsa Indonesia.
(Sofuan/rel)

