Tanjung Enim,HS-

Apa kabar gerangan Tanjung Enim Kota Wisata karena ibarat menggoreng bawang aromanya sudah tidak ada lagi
Atau ada kata lain yang menyebut hampir 3 tahun dicanangkan Tanjung ini sebagai Kota Wisata sampai sekarang belum jelas apa gebrakannya.

Inilah beberapa perkataan pesimis masyarakat khususnya warga Kota Tanjung Enim yang sejak tahun 2016 lalu sudah ada pemikiran tentang nuansa baru akan kemajuan kota Tanjung Enim.

Sebagai masyarakat tentu kita sangat berbangga dengan Direksi PT Bukit Asam Tbk Tamjung Enim yang melibatkan beberapa unsur masyarakat yang akan membangun kota Tanjung Enim ini sebagai Kota tujuan wisata Ujar Suryadi (44) warga Pasar Tanjung Enim kabupaten Muara Enim. (14/5/19)

Namun sudah 3 tahun ini gerakan nyata tersebut tampak hanya setengah-setengah, dikatakan demikian karena memang ada beberapa fasilitas seperti jogging track Taman love dan sana pejalan kaki yang ada di seputar pasar bahwa memang sudah dibangun tentu ini juga merupakan kewajiban dari Perusahaan utamanya PT BA. yang sudah srjak.puluhan tahun.mengeruk hasil bumi Tanjung Enim.ini. ulasnya.

Apalagi ketika telah dicanangkan dengan penandatangan prasasti oleh Bupati, Ketua DPRD, Antera dan PTBA sendiri, membuat kami yakin program tersebut akan terlaksana.

Namun sejak pencanangan hingga sampai saat ini, belum ada juga tanda-tanda program tersebut akan dijalankan sehingga terkesan pihak PTBA hanya memberikan angin segar bagi masyarakat Tanjung Enim,” ujarnya.

Sementara Menurut Muchtar Supandi bahwa faktor yang tidak kalah penting yang merupakan wujud dari kemajuan kota Tanjung Enim sendiri haruslah ditata mulai dari sarana yang ada seperti penataan kembali pasar dan wilayah di sekitarnya nya, Penerapan Sarana pendistrian pasar bawah, serta realisadi sarana pejalan.kaki untuk wilayah simpang empat Muhamadiyah menuju pasar baru atau pasar induk.
larrna pasa dasar nya sarana pasar sangat banyak di.kunjungi oleh para pendatang.

Sebagai warga yang cinta akan kota Tanjung Enim tentu harapan agar semua janji-janji ini dapat terealisasi dan bukan pula merupakan janji-janji yang kemarin karena setidaknya kita merubah mindset yang ada di masyarakat bahwa selama ini yang dikenal kota Tanjung Enim adalah sebagai Kota Debu tegasnya.(jazzi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *