Palembang, Halosumsel– Sabtu dini hari, suasana Pan Head Cafe di Jalan Letjen H. Alamsyah Ratu Perwiranegara, Bukit Baru, Palembang, masih menyisakan dingin. Pukul 02.30 WIB, keramaian kafe itu berubah menjadi mencekam. Satu tembakan rakitan meletus. Seorang prajurit TNI, Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa, anggota Ta Denkesyah Palembang Kesdam II/Sriwijaya, tersungkur.
Nyawanya tak tertolong. Pukul 03.45 WIB, dr. Vena di RS Permata Palembang memvonis bahwa perut kanan bawah yang tertembus hingga menembus hati dan paru lobus kiri itu menyebabkan pendarahan hebat yang tak bisa dihentikan. Ferischal pergi.
Namun, duka itu tak melumpuhkan aparat. Dalam hitungan kurang dari sehari, Pomdam II/Sriwijaya bergerak seperti jarum jam yang tak kenal lelah.
Tim Denpom II/4 Palembang langsung menggelar olah tempat kejadian perkara. Tak ada waktu terbuang. Rekaman CCTV diamankan, 21 saksi diperiksa, dan koordinasi dengan RS Bhayangkara untuk otopsi dilakukan kilat. Hasil otopsi mempertegas: luka tembak di perut kanan bawah itu fatal.
Peluru yang merenggut nyawa Ferischal pun dikeluarkan dari tubuh korban. Saat ini, proyektil itu menunggu uji balistik dari Bidlabfor Polda Sumsel. Satu langkah kecil namun vital dalam rantai pembuktian.
Dari keterangan saksi dan rekaman, terungkaplah dua nama: Sertu MRR, diduga sebagai eksekutor, dan Sdr. DS, yang disebut menyembunyikan barang bukti senjata api rakitan.
Senpi Rakitan di Rumah DS, Pelarian di RS Bhayangkara
Sabtu malam, sekitar pukul 20.15 WIB, tim Pomdam bergerak ke Kelurahan Srimulya, Sematang Borang. Di rumah Sdr. DS, senjata api rakitan jenis korek api ditemukan. Barang bukti itu diamankan. DS pun tak bisa berkutik.
Sementara itu, Sertu MRR berpikir bisa bersembunyi di area parkir RS Bhayangkara. Pilihan tempat itu mungkin disangkanya aman, namun justru menjadi titik akhir pelariannya. Tim Pomdam meringkusnya tanpa perlawanan trengginas.
Kini, MRR dan para saksi diamankan di Mako Denpom II/4 Palembang dalam keadaan aman. Pemeriksaan intensif terus berjalan.
Pangdam II/Sriwijaya tak tinggal diam. Beliau memerintahkan Asintel Kasdam dan Danpomdam untuk menangani kasus ini secara mendalam sampai tuntas. Tak ada kompromi.
Proses hukum terhadap Sertu MRR segera memasuki tahap penyidikan. Berkas perkara secepatnya dilimpahkan ke Otmil I-05 Palembang. Sedangkan Sdr. DS, yang berperan menyembunyikan senjata api rakitan, akan dilimpahkan ke Polrestabes Palembang pada hari ini.
Komitmen Kodam II/Sriwijaya tegas: setiap pelanggaran hukum prajurit akan ditindak sesuai prosedur, dan publik berhak mendapat informasi yang terbuka.
Sabtu sore, pukul 17.45 WIB, suasana haru menyelimuti TPU Sematang Borang, Palembang. Upacara pemakaman militer bagi almarhum Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa berlangsung khidmat. Para prajurit memberi hormat, keluarga dan rekan-rekan melepas kepergian seorang putra terbaik bangsa.
Dalam diam, tembakan salvo bergema. Bukan tembakan rakitan yang membunuh, tapi tembakan kehormatan untuk seorang prajurit yang gugur.
Kurang dari 24 jam, Pomdam II/Sriwijaya telah menunjukkan bahwa di balik peristiwa kelam, kecepatan, ketelitian, dan ketegasan hukum tetap menyala. Keadilan untuk Pratu Ferischal tak boleh tertunda.
Sofuan

