Halosumsel.com –
Keterbatasan lahan di Kota Palembang menjadi kendala dari masih sedikitnya jumlah kolam retensi atau penampungan, tercatat sekitar 32 kolam retensi yang ada dari jumlah yang mengharuskan kurang lebih 52 kolam retensi yang ada di Kota Palembang.
Disampaikan Kepala Dinas PU Bina Marga (PU-BM) dan PSDA Kota Palembang, Darma Budhy tahun ini ada 6 kolam retensi yang telah dibuat yakni di daerah Jl Tanjung Sari, SMP N 22, Markas Brimob, Komplek Citra Grand 2, Kantor PLN Kemuning, dan Telkom dekat Kuto.
“Untuk kolam retensi di SMP N 22 dan Tanjung Sari hampir selesai dan kita akan menambah 3 kolam retensi lagi tahun ini,” ujar Budhy beberapa saat yang lalu.
Luas lahan yang efektif untuk satu kolam retensi, menurut Budhy, sekitar 1 hingga 2 hektar.
“Ini yang menjadi kendala kita yaitu masalah ketersediaan lahan, sebab kolam retensi ini sangat penting fungsinya untuk menampung air pada saat hujan sehingga air tidak langsung menyebar kedaerah sekitar,” ungkapnya.
Budhy mengatakan, untuk satu kolam pun diperlukan waktu minimal dua tahun untuk pengerukan agar tidak ada lumpur yang mengendap sehingga kapasitasnya masih tetap sama.
“Jadi banjir bukan hanya berasal dari kapasitas hujan saja melainkan dipengaruhi dari tingginya air Sungai Musi, jika air Sungai Musi tinggi otomatis bisa terjadi banjir,” tandasnya.
(Aisyah)
