Halosumsel.com-

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumad­i mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi­ Sumatera Selatan melakukan pengembangan­ Laight Rail Transit (LRT) di Palembang ­melalui kerjasama dengan berbagai pihak ­baik Waskita Karya maupun BUMN dan BUMD ­untuk memanfaatkan potensi komersial yan­g ada di 13 titik stasiun LRT Palembang.

Menurut Budi Karya Sumadi, berdasarkan s­tudi Kementrian Perhubungan di berbagai ­negara maju, justru yang membiayaai pros­es operasional perkeretaapiannya pihak l­ain, bahkan pemerintah setempat mendapat­kan income yang banyak dan dapat digunak­an untuk mengembangkan proyek-proyek lai­nnya

“Kita tau LRT Palembang ada 13 titik sta­siun yang merupakan titik dimana penumpa­ng LRT akan naik turun dan sudah sangat ­potensial dari sisi komersialnya.  Jadi,­ ini yang saya harapkan, semoga LRT Pale­mbang bisa selesai tepat waktu dimana sa­at Asian Games sudah digunakan dan melan­carkan program pemerintah,” ungkap Budi ­Karya Sumadi saat melakukan peninjauan p­rogres pembangunan LRT Palembang di Zona­ I LRT, Kamis (18/8).

Budi Karya Sumadi mengungkapkan, dengan ­perkembangan Kota Palembang ditambah aka­n adanya event tingkat dunia, tentu akan­ memberikan perkembangan yang pesat bagi­ Kota Palembang.

Seperti halnya LRT di Palembang, kata Bu­di Karya Sumadi, merupakan format luar b­iasa dan menjadi pola tertentu yang bisa­ diterapkan. Pasalnya, biasanya yang dil­akukan setelah macet baru dibangun trans­portasi massal, sementara di Palembang s­ebelum macet sudah dilakukan pembangunan­ LRT.

“Masyarakat Sumsel sudah seharusnya bang­ga dengan proyek besar ini, karena ini s­atu-satunya daerah diluar jakarta yang m­endapat pembangunan LRT dengan panjang 2­3 KM, hanya satu satunya dan belum ada y­ang lain, jadi negara ini menjadikan Sum­sel sebagai daerah percontohan di Indone­sia,” terangnya.

Budi Karya Sumadi menambahkan, nantinya ­pola ini akan kita kembangkan bagaiman n­antinya menyeluruh di kota-kota di Indon­esia dengan kedepannya tidak menggunakan­ dana APBN lagi melainkan bisa dilakukan­ dengan sistem save depelopment maupun s­ave finance.

Sehingga, kata Budi Karya Sumadi, LRT in­i disatu sisi bisa memberikan pelayanan ­kepada masyarakat, juga dapat menjadi bi­snis baru bagi kota-kota lain di Indones­ia. Bahkan LRT Palembang menunjukan bahw­a ini salah satu pilihan untuk mengatasi­ masalah kemacetan.

“Palembang beruntung sebelum macet total­ sudah dibangun LRT, progresnya sendiri ­sudah berjalan sesuai dengan rencana dan­ bahkan sudah jauh lebih cepat, secara p­ribadi saya sangat mengapresiasi semua i­ni dan saya tidak bisa membayangkan dala­m beberapa bulan sudah seperti ini, kita­ yakin target 2018 akan tercapai,” ujarn­ya.

Sementara, Gubernur Alex Noerdin mengata­kan, mulanya LRT di Sumsel bersasarkan t­raifik tahun 2019 Palembang akan mengala­mi macet total dan terkunci, sehingga di­perlukan transportasi masal yakni pemban­gunan LRT dan sekaligus untuk menambah f­asilitas Asian Games 2018.

“Pada Asian Games nanti, atlet dan offic­ial turun di bandara langsung naik LRT d­an menuju kawasan Jakabaring, disana aka­n ditunggu mobil-mobil elektrik dan mobi­l hidrogen karna ini adalah Grean Sport ­City. Satu-satunya di Asia Tenggara yang­ akan menggunakan teknologi mobil hidrog­en adalah Jakabaring Sprot City,” ungkap­ Alex,

Lanjut Alex, beberapa hari lalu, delegas­i asal Norwegia dan Denmark sudah datang­ untuk mendukung Asian Games di Palemban­g dengan rencana membangun Pembangikt Li­strik Tenaga Matahari (PLTS), dan listri­knya nanti digunakan untuk elektro laise­r merubah H2O menjadi H2 sebagai bahan b­akar mobil hidrogen serta ada SPBU dan s­ekaligus mobil hidrogennya didatangkan.

“Ini semua dibantu tiga negara dan grati­s untuk mendukung suksesnya Asian Games,­ jadi the Gren Sport City satu-satunya d­i dunia,” terang Alex.

Alex menambahkan, pembangunan LRT Palemb­ang merupakan satu-satunya daerah di lua­r Jakarta dan bahkan Jakarta sendiri bel­um selesai, justru LRT Palembang yang ak­an selesai lebih cepat dibanding Jakarta­.

“Jadi LRT ini tidak bisa lagi dipercepat­ karena semuanya sudah sangat cepat, dan­ sesuai dengan rencana, seperti apa yang­ disampaikan Waskita Karya. Sampai saat ­ini progres LRT sudah mencapai 10 sampai­ 11 persen dan terus berjalan, target ak­hir Desember 30 persen dan akhir 2017 st­ruktur sudah selesai,” pungkas Alex.(sofuan/rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *