Halousmel.com-

Diduga sudah bulan Tiga Kecamatan dalam Kabupaten Banyuasin Sumsel yakni Kecamatan Suak Tapeh dan Kecamatan Rantau Bayur serta Betung Kabupaten Banyuasin tidak akan bisa menikmati air bersih untuk beberapa hari kedepan, pasalnya PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin sudah dua bulan ini menunggak pembayaran listrik PLN, maka jaringanya diputus.
” Karena menunggak dua bulan pembayaran rekeningnya, maka Meteran listrik untuk penggerak mesin Pompa PDAM Unit Pengumbuk dan Lubuk Lancang tersebut  diputus oleh PLN Cabang Pangkalan Balai”, terang salah seorang dari PLN.

Dari informasi yang dihimpun Rabu (27/7) dari keterangan yang didapat dari karyawan PDAM Tirta Betuah mengatakan, sebelumnya pihaknya telah dihubungi oleh PLN Cabang Pangkalan Balai yang akan mengadakan pemutusan aliran listrik untuk sementara karena menunggak sampai 2 bulan.

“Sebelumnya kami sudah didatangi oleh pihak PLN. Mereka akan mengadakan pemutusan aliran listrik, sebab kita sudah menunggak bayaran,” kata salah seorang pegawai PDAM.

Sementara itu, Pihak PLN yang berhasil ditemui dikantornya, melalui, Firman bagian TE (Transaksi Energi) membenarkan kabar tersebut.

Firman menambahkan pihaknya melakukan pemutusan untuk sementara, aliran listrik di dua Unit cabang PDAM  Pengumbuk dan Lubuk Lancang.

“Akibat menunggak sampai Rp.62 019 754 (enam puluh dua juta sembilan belas ribu tujuh ratus lima puluh empat rupiah),” ungkapnya sambil menunjukan data tunggakan PDAM Tirta Betuah Banyuasin.

Akibat dari pemutusan PLN ini membuat keresahan dimasyarakat pelanggan terutama pelayanan di Desa Pengumbuk, Galang Tinggi, Petaling dan Terentang.

“Kalau sudah diputus begini bagaimana kita bisa menikmati air bersih, sebab didesa kami ini air bersih sulit didapat untuk beli air galon biaya sehari-hari terpaksa ditambah, sementara pendapatan kita sekarang ini sudah sedikit, apa tidak ada jalan lain antara PLN dan PDAM itu, merekakan sama-sama Milik prlanggan hanya beda BUMN dan BUMD nya saja,” cerca salah satu prlanggan yang meminta namanya dirahasiakan.

Ditambahkannya, seharusnya dizaman ekonomi sulit seperti ini mereka yang bersangkutan harus bijaksana. “Coba sebelum bertindak harus memakai logika, dan gunakan cara-cara yang baik. Kalau PDAM belum bayar mungkin diberi tenggat waktu agar Kepala Cabangnya mencari dana. Saya heran, PLN selalu byarpyet begini masih saja bisa memutus aliran listrik,”ucapnya.

Selain itu, Kepala Desa Petaling, Suhardi saat di konfirmasi melalui ponselnya menyayangkan kejadian yang diakibatkan karena kelalaian PDAM Tirta Betuah Banyuasin tersebut, seraya berharap Pemkab.Banyuasin segera menyelesikan masalah tersebut.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini, sebab hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak. ya kami meminta kepada Pemerintah Kabupaten Banyuasin agar segera mengambil tindakan, pikirkan nasib rakyat, kalau tidak segera dibayar dan kembali dihidupkan banyak rakyat yang mengalami kerugian,”tukasnya. (waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *