Halosumsel.com –

Meskipun Femomena Gerhana Matahari masih 2 bulan lagi namun Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN)

Sudah memulai peninjauan awal bagaimana fenomena tersebut akan berlangsung, Kota Palembang yang turut dilintasi fenomena tersebut juga ditinjau tim LAPAN dengan peninjauan di jembatan Ampera yang dimulai jam 6.00 WIB sampai jam 8.00 WIB Selasa pagi (19/01)

Tiga orang tim dari LAPAN, ditugaskan memantau pergerakan matahari mulai dari terbit sampai berada diatas langit, Farahhati Mumtahana sebagai Astronom pusat saint antariksa LAPAN menuturkan
peninjauan lokasi tersebut sebagaimana akan nanti melihat situasi dan kondisi terjadinya Gerhana, penentuan kordinat terbaik

“Gerhana bisa terlihat dari jarak 100 km, peninjauan hari ini saya melihat dengan teleskop Fixnfc 200 dari jepang menggunakan tracking yang bisa melihat pergerakan matahari otomatis dari awal terbit sampai ke atas”, tuturnya

Perencanaan matang ini digunakan untuk menghindari dampak-dampak terburuk saat fenomena terjadi, dengan penentuan tempat terbaik untuk melihat agar tidak tertutup gedung, seperti di Jembatan Ampera, Pulau Kemarau, Bukit Siguntang dan di hotel-hotel juga yang menyediakan balkon outdoor, contoh saat penentuan kordinat di Ampera tadi terlihat gedung Bina darma yang menutupi pergerakan matahari, dengan mengetahui masalah tersebut peninjauan ini nantinya akan bisa memecahkan solusi

Kemudian peneliti lainnya Syaiful Amdi mengatakan selain memantau pergerakan dan titik kordinat mereka juga melihat aspek-aspek dari sosial budaya kepercayaan masyarakat , karena saat berlangsungnya acara akan ada upacara adat tentang kepercayaan kepada matahari dengan perunjukkan naga yang menelan matahari “cerita rakyat yang dilihat dengan segi pengetahuan”,Ungkapnya

Pelaksanaan nanti dimulai fase penduhuluan persiapan dari jam 6.20 WIB, dengan gerhana pun dimulai sekitar 7.20 WIB sekitar 1 menit 50 detik, kemudian untuk keesokan hari dilanjutkan peninjauan terakhir yang direncanakan di area danau ski air jakabaring sport city

Untuk Sumatera Selatan bukan hanya Palembang yang dilintasi gerhana Matahari di Ogan Ilir, Muba, Oki, Lubuk Linggau,Sungsang, Prabumulih, Babattaman, Sekayu, Kayu agung, dan juga Indralaya mendapatkan fenomena jarang terjadi

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Irene Camelyn Sinaga mengatakan adanya peristiwa tersebut menjadi kesempatan bagus untuk berusaha menarik sebanyak mungkin wisatawan berkunjung

“Sejauh ini sudah ada beberapa bokingan khusus untuk hadir ke sini dan juga travel agent yang menyiapkan paket kunjungansaat gerhana matahari, saya berharap ribuan wisatawan bisa datang”, tandasnya.(uni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *