PALEMBANG, HS–
Meski perjuangan Robinah (47) dalam mengelola usaha rumahan berupa kemplang panggang cukup berat, namun hasil yang dia petik hanya Rp1.000/kemplang. Meski begitu, Robinah yang tinggal di RT 24, Kampung Sungai Trans Kepulauan Pulokerto Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus, Palembang, sedikit pun tidak mengeluh. Buktinya, usaha rumahan ini sudah berjalan hampir dua tahun.
“Alhamdulillah usaha ini sudah berjalan hampir dua tahun. Walau pun hasil kecil, tapi lumayan bisa membantu ekonomi keluarga,” kata dia saat dikunjungi Dansatgas Letkol Inf Honi Havana, M.MDS, Selasa (5/3).
Padahal, perjuangan Robinah (47) dalam menopang ekonomi keluarga cukup berat. Hampir setiap hari, ibu ini harus menggunakan perahu ketek menyusuri Sungai Musi untuk membeli kemplang di kawasan Jakabaring.
Meski begitu, Robinah tidak mengeluh sama sekali. Bahkan dia tetap semangat menjalani hidup meski dengan serba pas-pasan.
Dari perjuangan Robinah inilah, Perwira Melati Dua yang juga menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0418/Palembang ini Dandim mendorong agar usaha rumahan yang dilakukan ibu-ibu untuk terus dikembangkan sehingga bisa menopang ekonomi keluarga.
Sebelumnya, Dansatgas TMMD ke 104 Kodim 0418/Palembang ini mengunjungi usaha rumahan berupa pembuatan kemplang panggang di rumah Robinah (47) di RT 24, Kampung Sungai Tras Kepulauan Pulokerto Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus, Palembang.
Di sana, ini melihat ketelatenan para ibu-ibu saat memanggang kemplang hingga mengemasi untuk dijual. Dandim mendorong agar usaha rumahan yang dilakukan ibu-ibu untuk terus dikembangkan sehingga bisa menopang ekonomi.
(So)

