Halosumsel.com-
Dalam rangka mengisi kegiatan Minggu Militer, Jum’at (26/6/2016), para prajurit Kodam II/Swj melakukan latihan ketahanan dan kekuatan dengan melaksanakan “Lari jarak 3200 meter, dilanjutkan dengan Pull Up untuk melatih kekuatan dan lari Sprin untuk melatih kecepatan”.
Kegiatan yang merupakan Program TNI AD kali ini dipimpin langsung oleh Asops Kasdam II/Swj Kolonel Inf Irnando Arnold B. Sinaga dengan pelatih Perwira dari Jasdam II/Swj, diikuti oleh segenap personel militer baik Perwira, Bintara maupun Tamtama Kodam II/Swj, bertempat di lapangan Makodam II/Swj dan kompleks di lingkungan Kodam II/Swj, Palembang.
Sebelum melaksanakan kegiatan, diawali dengan apel pagi dan senam pemanasan. Latihan ketahanan dilaksanakan dengan lari sejauh 3200 meter, di sekitar lingkungan Makodam II/Swj dengan menggunakan seragam PDL loreng. Lari ini dimaksudkan agar prajurit senantiasa memiliki kebugaran tubuh dan ketahanan fisik yang prima.
Selesai lari, kegiatan dilanjutkan dengan latihan kekuatan berupa Pull Up di tiang Pull Up yang ada di halaman Makodam II/Swj. Setiap prajurit secara perorangan dan bergilir melakukan Pull Up yang diawasi langsung oleh Waas Ops Kasdam II/Swj Letkol Inf M. Arif Suryandaru.
Latihan Pull Up ini harus dilakukan secara benar dan sesuai ketentuan, agar bermanfaat dan tidak menimbulkan cidera. Pull Up ini untuk melatih kekuatan otot bagian atas seperti lengan, bahu, dada, punggung dan tangan. Dengan melakukan latihan Pull Up diharapkan prajurit memiliki fisik yang kuat, dan sekaligus membentuk otot bagian atas agar bagus dan proporsional.
Selesai latihan kekuatan/penguatan, dilanjutkan dengan latihan kecepatan berupa Lari Sprin dengan jarak sekitar 100 meter. Prajurit secara berkelompok melaksanakan lari dengan kecepatan penuh, lari secepat-cepatnya. Latihan lari kecepatan ini, selain untuk membakar lemak dalam tubuh juga untuk membentuk otot dan meningkatkan kecepatan gerak dan bertindak.
“Minggu Militer dilaksanakan agar prajurit kembali kepada norma dan aturan dasar. “Tujuannya mengembalikan sikap dasar prajurit “back to basic”, yakni kembali kepada norma dasar kehidupan prajurit sejati, yakni prajurit yang profesional, militan dan disiplin,” tandas Kolonel Irnando Sinaga.(sofuan/rel)

