Halosumsel.com-
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Wilayah Sumsel meminta Pemprov Sumsel untuk menunda kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan pada saat bersamaan dengan Gerhana Matahari Total Rabu (9/3) mendatang,hal ini diungkapkan DR. H. Sodikun saat melakukan konferensi pers di Kantor MUI Sumsel Senin (7/3) Palembang
Dikatakan Sodikun,”Pemerintah seharusnya menganjurkan untuk sholat sunnah gerhana bukan mengadakan festival,kegiatan apapun pada waktu yang sama GMT menyaingi perintah Allah dan Rasul Muhammad SAW, untuk itu kita minta pemprov sumsel menunda kegiatan-kegiatan tersebut jangan bersamaan dengan GMT,karena kegiatan- keiatan tersebut bertentantangan dengan Agama dan Budaya Palembang,’ katanya
Lanjut Sodikunn”segala kegiatan yang berkonten bertentangan dengan agama,seperti ruwatan,karena ini bukan budaya Palembang, Palembang ini terkenal dengan budaya darussalam,
Ruwatan Ogoh-ogoh bukan budaya palembang dan ini sekali lagi bertntangan agama,jelasnya
Ditambahkannya,”Kami mendukung kegiatan apapun yang dilakukan pemerintah tapi asal jangan tanggal 9 maret bertepatan dengan GMT
Kita berharap ini jadi potensi konflik,kita tidak pernah dihubungi pihak pemerintah untuk kegiatan seperti ini,kita tidak ingin bertentangan dengan budaya Palembang
Kita minta tunda pelaksanaaanya dan jangan di sungai Musi,karena tempat wudhu orang Palembang,palembang harusnya dibangun kesejarahan darussalam,kami tidak ingin membiarkan ini karena sudah kegiatan musyrik, “tandasnya
Ditambahkan KH Umar Said Divisi Informasi MUI Sumsel mengatakan,” kewajiban kami MUI untuk meluruskan ketika ada penyimpangan,kalau kami membiarkan ini akan terjadi kemunkaran-kemunkaran selanjutnya,” alasan Umar
Kegiatan ini memalukan karena bukan budaya sumsel khususnya Palembang,BKB adalah identik tempat tinggalnya SMB II, bagaimana dia memperjuangkan tegaknya Islam di Palembang
Kami hanya melindungi ummat Islam, jangan sampai terkontaminasi dengan budaya musyrik,” tandasnya (sofuan)
