Halosumsel-

Dato Abdul Halim Bin Kader, Presiden Sepak Takraw Asia, venue Gedung Dempo Jakabaring Sport City Palembang belum layak untuk event sekelas Asia. Apalagi jika digunakan untuk Asian Games 2018 nanti.

Menurut Halim walaupun belum layak untuk menggelar pertandingan, tetapi pelaksnaan tes event yang bernama Kejuaraan Asia Sepak Takraw tetap dilaksanakan di gedung Dempo.

“Tes event ini untuk menguji kesiapan panitia, wasit maupun perlengkapan pertandingan termasuk venue. Tetapi venue sepak takraw sesunggunya bukan disini tapi di gedung Ranau yang sekarang masih dalam tahap renovasi, kalau gedung ini memang belum layak,” ujar Datuk Halim yang ditemui disela-sela Kejuaraan Asia Sepak Takraw Road to Asian Games 2018.Selasa (27/11) Palembang

Kejuaraan Sepak Takraw ini Asia Road to Asian Games 2018 berlangsung 28-2 November 2018 diikuti 8 negara yaitu Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Brunai Darussalam, Thailand dan Malaysia.

Diakui Halim setelah kejuaraan Sea Games 2011 lalu, Provinsi Sumsel memang dinilai cukup sukses sebagai penyelenggara event internasional. Apalagi venue sudah berstandar internasional.

“Venue sepaktakraw memang belum selesai nanti kalau selesai itu menjadi yang sangat baik, kita tunggu nanti pada Asian Games untuk tribunnya juga kita tingkatkan dari 800 menjadi 3000 penonton,” jelas Halim.

Halim mengatakan yang paling dikagumnya dari Sumsel adalah pemimpnnya seorang Gubernur  yang mau bekerja keras untuk mensukseskan Asian Games. Bahkan Presiden Sepak Takraw dunia sudah menetapkan Sumsel sangat baik kalau ditunjuk sebagai penyelenggara event dunia.

“Kita tunggu nanti venue sepaktakraw di gedung Ranau rampung, Presiden Sepak takraw dunia juga telah mengakui itu merupakan yang terbaik dan layak menggelar event dunia,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Pelatih Timnas Sepak Takraw Indonesia Triaaji,  venua Sepak Takraw di gedung Dempo belum bisa memenuhi standar untuk event Asia. Selain hanya mempunyai 2 lapangan untuk bertanding juga tidak mempunyai fasilitas pendukung.

“ini event tingkat Asia, tetapi kita tidak punya ruang untuk latihan sehingga sulit bagi atlet pemanasan sebelum turun bertanding, saya berharap Asian Games nanti lebih baik lagi fasilitasnya,” ujar Triaji. (cakuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *