Halosumsel-
Hal ini diketahui berdasarkan pelantikan yang dilakukan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda), Joko Imam Sentosa, Selasa (7/3)
Dikatakan Joko, selama ini tata ruang itu melekat di Bappeda Sumsel. Sedangkan PU BM sendiri lebih banyak di lapangan. Namun, dengan adanya nomenklatur baru ini maka tata ruang ini melekat di PU BM. Karena itu, tiga ahli ini dipindah tempatkan dari semula Bappeda ke PU BM.
“Diharapkan nantinya PU BM ini lebih ke lapangan dan juga ke perencanaan terutama untuk tata ruang,” terangnya.
Dirinya menerangkan, ketiga ahli ini sendiri memang berkualitas dan sangat susah untuk dicari terlebih lagi ketiganya telah memegang sertifikat karena telah mendalami dibidang tata ruang. “Kami harapkan ketiga ahli ini dapat bersinergi dan memberikan kinerja yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUBM dan Tata Ruang Sumsel, Ir Ucok Hidayat menambahkan, tata ruang itu dalam artiannya sangat luas karena menyangkut demografi, topografi dan seluruh ke lingkungan hidup serta masyarakat.
“Nah, semua ini harus sesuai dengan tata ruangnya, karena itu sangat berpengaruh,” katanya.
Menurutnya, tata ruang ini sendiri bukan hanya untuk di Sumsel tetapi juga untuk semua wilayah baik di daerah maupun nasional. Karena itu, kedepan pihaknya akan mensinergikan tata ruang di Sumsel dengan nasional.
“Sinergi ini sendiri melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) daerah dan nasional,” ujarnya.
Dirinya menerangkan, setiap wilayah di Sumsel ini memiliki potensi berbeda-beda salah satu contoh di Tanjung Api-Api (TAA). Di wilayah itu sendiri memiliki potensi industry sedangkan untuk wilayah lainnya ada yang berpotensi untuk bercocok tanam dan lain sebagainya.
“Karena itu memang dibutuhkan ahli tata ruang dalam mengatur itu semua,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumsel, Muzakir juga menambahkan, selama ini di PU sendiri banyak PNS sipil biasa namun dikarenakan adanya penambahan akibat nomenklatur baru maka tata ruang dialihkan ke PU BM.
“Jadi nantinya ke tata ruang an ini sendiri merupakan tupoksi dari PU BM,” katanya.
Ia menerangkan, dahulunya ketiga ahli tata ruang ini staf di Bappeda namun memang berkualitas dan tidak diragukan lagi karena memang telah diberikan pendidikan baik di dalam negeri maupun diluar negeri.
“Karena itu, ketiga ahli ini tidak lagi diragukan untuk bidang tata ruang dan mereka memiliki sertifikat,” jelasnya.
Sejauh ini, sambung Muzakir, jumlah ahli tata ruang di Sumsel sendiri yakni sebanyak 12 orang dimana semuanya hanya staf di Bappeda, sedangkan hari ini (kemarin) tiga telah pindah tempat ke PU BM dan Tata Ruang Sumsel.
“Meskipun mereka staf tapi mereka sangat membantu dalam perencanaan terutama bidang tata ruang,” singkatnya. (Sofuan)

