PALEMBANG, Halosumsel – Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menegaskan Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam yang digelar di Venue Dayung kawasan Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu (10/10/2026), menjadi sarana memelihara tradisi, mempererat kebersamaan, sekaligus mencari bibit atlet dayung. Kegiatan ini diselenggarakan Kodam II Sriwijaya bersama jajaran TNI di Sumatera Selatan dalam rangka HUT TNI.
“Lomba bidar ini adalah lomba perahu tradisional yang sampai sekarang terpelihara dengan baik. Biasanya Pemerintah Kota Palembang menyelenggarakannya dalam rangka HUT RI. Kita Kodam II Sriwijaya dan jajaran TNI di sini menyelenggarakannya dalam rangka HUT TNI setiap tahun. Tahun ini event kedua yang kita selenggarakan di Jakabaring Sport City,” ujar Pangdam.
Menurut Pangdam, penyelenggaraan di Jakabaring Sport City juga dimaksudkan agar kawasan tersebut kembali ramai. Selain memelihara budaya dan tradisi masyarakat Sumatera Selatan, lomba ini dinilai dapat menjadi ajang pencarian atlet.
“Jadi bukan hanya sekadar olahraga air, juga mempresentasikan identitas ketangguhan dan ketahanan mental masyarakat Sumatera Selatan pada khususnya,” katanya.
Pangdam menjelaskan, filosofi mendayung bidar mengajarkan kepemimpinan, kekompakan, disiplin, harmonisasi gerak, serta semangat juang pantang menyerah. Nilai-nilai itu, lanjutnya, sangat relevan dengan tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan dan mengelola pembangunan nasional di daerah Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan itu, Pangdam juga menyebut Danrem 044/Gapo selaku ketua panitia penyelenggaraan olahraga dayung bidar tradisional. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, mitra, dan sponsor atas dukungan sehingga kegiatan dapat terselenggara.
Kepada para atlet, Pangdam berpesan agar bertanding dengan sportif. “Selamat bertanding. Mudah-mudahan yang terbaik yang menang, paling tidak dapat door prize. Semoga Tuhan memberikan perlindungan kepada kita semua dalam menyelenggarakan dan melaksanakan pekerjaan kita kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Panitia Lomba Bidar Tradisional Piala Pangdam II Sriwijaya, Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, menyampaikan bahwa perlombaan ini digelar untuk menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat modern, sekaligus mengembangkan sportivitas, kekompakan, dan kerja sama tim guna menciptakan semangat kebersamaan serta persaudaraan yang kuat.
“Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pariwisata dan citra daerah, menarik lebih banyak wisatawan, serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal. Selain itu, menjadi ajang silaturahmi antara TNI, Polri, peserta, dan masyarakat untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan menumbuhkan rasa persatuan,” ujar Brigjen TNI Khabib Mahfud.
Perlombaan bidar tradisional ini mempertandingkan dayung perahu bidar tradisional terbuka dengan jumlah 10 orang per tim. Terdapat tiga kategori yang dilombakan, yaitu kategori Gladi Profesional dengan jarak 500 meter, kategori TNI-Polri dengan jarak 500 meter, dan kategori pelajar dengan jarak 200 meter.
Sebanyak 1.124 personel terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 240 orang panitia perlombaan, 130 orang tamu undangan dan peserta, serta 754 orang peserta perlombaan bidar. Dukungan anggaran berasal dari sponsorship berbagai pihak untuk mendukung kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan kegiatan.
Panitia perlombaan yang terdiri dari satuan Korem 044/Gapo serta kabupaten dan kota menyatakan kesiapannya menyelenggarakan kegiatan ini. Selanjutnya, panitia memohon dukungan dan arahan dari Pangdam II Sriwijaya demi suksesnya acara tersebut.
Sofuan


