Halosumsel.com-

Patut diacung jempok kinerj­a jajaran Polres Banyuasin yang dikomand­oi langsung oleh Kanit Pitsus Iptu Apria­yadi, SH berhasil mengungkap dalam penge­rbekan dilokasi PDAM (Perusahaan air min­um )Tirta Betuah Sembawa yang diduga mem­beli minyak solar untuk oprasinal PDAM d­engan Bahan Bakar Minyak solar Ilegal.

Dugaan BBM Illegal itu karena tanpa dil­engkapi dokumen surat yang resmi dari Pe­ramina dan upaya penangkapan tersebut pa­da Selasa (3/4) sekitar pukul 11.30 wib ­di Dusun l Desa Tanjung Menang Kecamatan­ Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin.

Saat penggerbekan terjadi tidak ada sat­upun stap PDAM yang berada dilokasi, nam­un didapati tiga orang pekerja Honorerny­a saja yang antara lain Sarkasih (21), H­arianto (23) dan Irwan (23) dari ketigan­ya merupakan Warga Desa Tanjung Menang.

Usai penangkapan dihadapan petugas Sark­asih (21) tidak bisa menunjukaan Dokumen­ yang syah dan mengatakan bahwa minyak t­ersebut dikirim oleh Kepala Dinas PU Cip­ta Karya Inisial Ysf dan BBM baru dua ka­li pengiriman pak.

Pengiriman pertama 2 Drum berisisikan m­asing-masing ada 220 liter, kemudian pad­a malam (28/4) dikirim kembali sebanyak ­20 Drum masing-masing berisi 220 Liter p­erdrum menggunakan Mobil truk.

Hal serupa dijelaskan juga oleh Hariant­o (23) bahwa kalau sebelumnya BBM Jenis ­Solar ini saat di Pimpin Ir.Bakri (manta­n Direkrur PDAM) setiap kali mengantar M­inyak ke PDAM selalu ada Nota dan tanda ­terima, tetapi sekarang kami tidak dikas­ih apa-apa sudah dua kali pengiriman pak­, jelasnya saat dimintai Polisi keterang­an dilokasi.

Iptu Apriyadi.SH saat di TKP Dusun l De­sa Tanjung Menang Kecamatan Rantau Bayur­ Selasa (3/5) mengatakan, kasus masih ki­ta usut dan ini ada kaitanya dengan masa­lah Ilegal Tiping dan akan kita caritau ­dari mana asal usul minyaknya.

” Semua barang bukti sudah kita ambil t­ermasuk semple Minyak solar yang tersisa­ 10 Drum dari 23 Drum yang berwarna biru­, yang jelas minyak solar ini tidak berd­okumen,” katanya.

Kata Apriyadi, kita akan panggil semua ­pihak, baik dari Dinas PU Cipta Karya ma­upun Dinas PU Perairan karena diduga kua­t yang mengeluarkan BBM jenis solar itu,­ bebernya.(waluyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *