Banyuasin-

Buruknya pengelolaan tempat usaha di Pasar Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin dikeluhkan pedagang. Selain sepi pembeli, sejumlah fasilitas seperti talang tidak ada bocor dan tak kunjung diperbaiki. Akibatnya saat hujan, pedagang harus menutup kios.

Salah seorang pedagang pakaian yang tidak mau disebutkan namanya mengaku kelimpungan dengan kondisi pasar yang semakin sepi pembeli ditambah lagi talang air tidak ada.

“Meski pasar ini sudah direnovasi total, pembeli masih sepi saja. Pihak PD Pasar seharusnya membuat berbagai gerakan untuk meramaikan pasar. Terlebih pasar ini tak ada saingannya, mestinya ramai dong,” keluhnya kepada wartawan, Rabu (5/9)

Dengan omzet per hari yang tak menentu, ia tetap wajib membayar sewa los Rp3.000 per hari untuk 1 los ditambah lagi bayar listrik. Tak urung dia harus semakin memutar otak agar dagangannya laris.

Namun ia dan sejumlah pedagang lainnya semakin jengkel lantaran pihak pengelola pasar terkesan cuek untuk memperbaiki talang air  Setiap hujan, ia menutup kiosnya yang tepat berada di belakang talang.

“Tapi tetap harus membersihkan lantai yang tergenang tumpahan air dari talang. Sementara pedagang sembako yang berada di depan, menyiasatinya dengan memasang terpal di bawah talang,” ucapnya.

Keluhan serupa dilontarkan pedagang yang lain, pedagang sembako. Sepinya pembeli makin menyusahkan dirinya untuk membayar sewa los dan kios.

Terkait dengan hal tersebut saat dikonfirmasi Kepala UPTD Pasar Pangkalan Balai Nazirwan, SH menjelaskan bahwa talang air tersebut sudah diajukan ke Dinas Koperindag untuk diperbaiki. Sedangkan untuk meramaikan pasar, pihaknya akan membuat program relayout.

“Kita sudah sering memdengar keluhan dari para pedagang terkait masalah talang yang bocor dan untuk anggaran tahun 2019 sudah kita ajukan ke Dinas Koperindag untuk di perbaiki. Masalah pengunjung pasar yang sepih kita punya terobosan nanti akan kita jadikan pasar untuk pedagang makanan dan minuman sehingga diharapkan pengunjung akan semakin ramai,” katanya.

Terkait masalah turunnya omzet para pedagang Nazirwan mengungkapkan bahwa memang dari semasa lebaran pengunjung pasar berkurang.”Mungkin masalah paktor ekonomi masyarakat yang sudah berkurang penghasilannya, apalagi saat ini musim kemarau,” jelas dia. (ti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *