Palembang-
*Guna memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak, segenap prajurit dari satuan jajaran Kodam II/Swj Garnizun Palembang, melaksanakan Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri), Kamis (22/11/2018) bertempat di lapangan tembak Batalyon Arhanudri 12/SBP Serong-Palembang.*
Kegiatan latihan menembak senjata ringan ini merupakan bagian dari Program Kerja dan Anggaran Kodam II/Swj Triwulan-IV TA. 2018. Melalui kegiatan latihan menembak ini diharapkan para prajurit Kodam II/Swj tetap terjaga kemampuannya, walaupun bertugas di satuan teritorial dan satuan Badan Administrasi (Banmin) ataupun Badan Pelaksana (Balak) Kodam sekalipun, semua prajurit dituntut untuk mahir dalam kemampuan menembak.
Dalam latihan menembak Triwulan-IV TA. 2018 bagi seluruh prajurit Bintara dan Tamtama menggunakan senjata laras panjang M16 A1 dan SS1, dengan tiga sikap yakni sikap tiarap, berlutut dan jongkok dengan jarak 100 meter. Sedangkan Latihan menembak Pistol FN 46 Kaliber 9 mm, yang diperuntukkan bagi Perwira dengan sikap berdiri menggunakan dua tangan dengan jarak 15 meter.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan demi keamanan, sebelum pelaksanaan latihan dimulai, koordinator menembak mengingatkan kepada seluruh anggota agar memperhatikan faktor keamanan dan mematuhi setiap prosedur tetap (Protap) pengamanan yang sudah ditetapkan TNI AD, khususnya Kodam II/Swj.
Kepala Penerangan Kodam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan mengatakan bahwa, kemampuan dan kemahiran menembak merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI AD, tanpa terkecuali. “Karena tugas pokok prajurit TNI pada dasarnya adalah berperang dan bertempur melawan musuh Negara, untuk memenangkan suatu pertempuran, salah satu kemampuan yang harus dikuasai adalah kemampuan menembak,” kata Kapendam.
Selain itu, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pembinaan satuan yang sudah di programkan dari Komando Atas khususnya bidang Latihan. “Diharapkan dengan latihan menembak yang terprogram ini dapat memelihara dan meningkatkan kemampuan secara optimal,sehingga dapat tercapai kemahiran menembak setiap prajurit,” terangnya.
(Sofuan)

