Muara Enim,HS-

Berada di sebuah desa bernama  Sumaja Makmur kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim terlihat satu unit bangunan gubuk tua berukuran 4 x 5 meter dan sekilas seperti kandang kambing karena tak memiliki.sarana lampu, pintu yang rompal dan jendela papan nempel terpaku.

Ternyata dalam gubuk ini ada sosok laki-laki muda duduk terdiam yang tinggal dan menempati gubuk tersebut dengan segala kekurangannya.

Dia adalah Napsi Walidin bin Darminto (29) tercatat sebagai warga desa Sumaja Makmur kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim.
Divonis mengidap gangguan jiwa sejak 10 tahun lalu pemuda ini ternyata sudah ditinggal pergi sang ayah sejak kecil dan ibunda tercintanya pun telah lama  berpulang selamanya.

Dari hari ke hari Anak dari ibu Almarhumah Sulastri hanya hidup dari welas asih masyarakat sekitar yang dengan segala kemurahan hati memberinya makan untuk tetap bertahan hidup sementara kedua saudaranya harus membanting tulang di Kota Muara Enim bekerja sebagai buruh kasar.

Saya dan saudara Abdul Gofur (24) harus bekerja di Muara Enim menjadi petugas jaga malam di laboratorium air salah satu Dinas  demi untuk mencukupi dan merawat kakak saya yang saat ini masih sakit dan tinggal sendirian di desa. tutur Ali Maksum (26) kepada Media ini (12/3/19)

Untuk memperbaiki saran rumah saja kami sudah mengusulkan ke kepala Desa setempat termasuk juga ke Basarnas dan Dinas Sosial  Kabupaten Muara Enim namun belum ada upaya atau tanggapan yang berarti.

Belum lagi untuk pengobatan kakak saya yang harus mengeluarkan biaya sementara untuk makan pun kami masih sangat kekurangan urai Maksum.

Dengan segala penuh harapan kami minta tolong kepada media untuk menyampaikan pesan kepada pemerintah Kabupaten Muara Enim sehingga dapat memberikan bantuan perbaikan rumah atau upaya pengobatan kepada kami khususnya kepada kakak saya. ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Muara Enim Drs M Ali Rachman saat di.konfirmasi menjelaskan bahwa persoalan ini sebaiknya disampaikan.oleh kepala desa setempat ke Dinas Sosial sehingga kita dapat mengambil langkah langkah untuk tindakan preventif dan persuasif nya.

Kita dapat memastikan bahwa kita tetap akan memperhatikan setiap wsrga yang memang membutuhkan nantuan berkait dengan Dinas kita tutupnya  (jazzi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *