Halosumsel-
Padahal perusahaan itu sudah beroperasi sudah lebih setengah tahun 2017 ini, bahkan pekerjanya yang sudah direkrut pun jumlah banyak mencapai puluhan orang dan kini perusahaan itu melakukan pembakaran limbah dari bahan baku tripleks yang asapnya mulai dirasakan mencemari lingkungan permukiman penduduk termasuk debu gesekan dari berbagai jenis kayu mulai mengganggu kesehatan masyarakat.
Her berharap sebelum ada jatuh korban jiwa dampak dari operasinya perusahaan tripleks tersebut supaya pihak terkait melakukan penutupan usaha perusahaan tripleks yang tidak jelas nama perusahaannya itu, karena dalam pengelolaan limbah sudah dalam kondisi membahayakan kehidupan masyarakat Penyangga.
Elly dari Disnaker Banyuasin saat diminta konfirmasinya mengaku sampai saat pihaknya tidak pernah ada laporan baik nama perusahaan maupun sistem rekrutmen ketenagakerjaan diperusahaan tripleks dikawasan Kecamatan Betung.
Saya baru mendengar ada perusahaan itu setelah diminta konferensi ini, maka saya tidak dapat menjawab, karena tidak laporan termasuk dalam rekrutmen pekerjanya.
Namun demikian kata Elly, pihaknya akan mencari tau keberadaan perusahaan itu, apalagi sudah banyak tenaga ketja yang dipekerjakan disana dan tentunya saya juga akan menyampaikan kepada pimpinan, katanya.
Sementara dari Badan lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Banyuasin juga melalui Abbas Kurib mengakui hingga kini tidak ada perusahaan tripleks yang beroperasi diwilayah Betung. Pihaknya belum menerima laporan baik dari perusahaan yang beroperasi di Betung maupun laporan keluhan dari masyarakat sekitar, jawabnya saat ditemui diruang kerjanya beberapa saat yang lalu. (waluyo)

