Halosumsel.com –

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus menyiapkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pemerintahnya untuk dapat siap menghadapi permasalahan yang timbul di masyarakat. Khususnya permasalahan tapal batas wilayah, serta penyuluhan informasi kesehatan kepada masyarakat.

Seperti dikatakan Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Ishak Mekki bahwa, dalam otonomi pembangunan daerah banyak wilayah yang ingin terus mengembangkan pembangunan di berbagai sektor. Banyak wilayah di Sumsel yang ingin melakukan pemekaran menjadi daerah otonomi baru. Namun akan timbul permasalahan saat akan mengembangkan batas wilayah. Seperti adanya konflik sengketa tanah warga, ataupun konflik antar daerah itu sendiri, karena terkait masalah perizinan yang begitu rumit.

Dengan memberikan pelatihan dan pendidikan yang diadakan Badan Pendidikan dan Latihan (Badinklat) Prov Sumsel terhadap perangkat ASNnya, Ishak berharap, hasilnya akan berdampak baik bagi para pegawai pemerintahannya untuk dapat menghadapi dan mengatasi permasalahan tersebut.

“Ini sering terjadi, dan sampai sekarang kita masih terus menyelesaikan permasalahan ini. Untuk itulah pemerintah menyiapkan aparatur negara untuk dapat menyelesaikan konflik yang berkembang di masyarakat,” ujar Ishak dalam sambutannya saat pembukan acara Diklat batas wilayah dan Diklat penyuluhan kesehatan eselon 3 dan eselon 4 di aula Kembang Dadar Badinklat Prov Sumsel, Selasa (19/07).

Disamping itu, luasnya wilayah yang menjadi lahan komoditi para investor menanamkan investasinya dibidang perkebunan kelapa sawit, karet dan sebagainya, ini juga dapat memicu menimbulkan konflik antar perusahaan perkebunan dengan masyarakat atau konflik perusahaan antar perusahaan.

Untuk itulah kata Ishak, aparatur sipil negara otomatis menyiapkan tenaga-tenaga untuk dapat menyelesaikan permasalahan di setiap wilayah kabupaten masing-masing.

Selain itu, mempersiapkan apartur sipil negara dalam pembangunan dibidang kesehatan menjadi sangat penting karena sejak kepemimpinan gubernur Alex Noerdin bidang kesehatan menjadi program yang menjadi perhatin khusus.

Petugas penyuluh kesehatan juga dipersiapkan untuk bisa memberikan penyuluhan dan pencerahan kesehatan kepada masyarakat di daerah masing-masing. Agar kesehatan masyarakat bisa terus membaik, serta bagaimana menciptakan dan memelihara kesehatan.

“Alhamdulillah di masa kepemimpinan Gubernur Alex Noerdin 2008, beliau sangat konsen di bidang kesehatan. Tentunya aparatur negara bisa terus meningkatkan program kesehatan, bagaimana program kesehatan meningkat terutama di desa-desa karena masih banyak masyarakat sulit mendapatkan pengobatan, bisa memberikan wawasan, pemikiran. Mengajak para sahabat, mitra untuk dapat memberikan pemberian pelayanan dengan baik,” ungkap Ishak.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Adi Suryanto berpendapat, Diklat ini sangat penting bila sistem Pemerintahan ingin maju maka aparatur pemerintah harus bisa mengembangkan kompetensinya, karena juga sebagai aset negara, harus dikembangkan, jangan sampai diitinggalkan dari informasi pengetahuan.

“Diklat ini kunci penting untuk mengembangkan kompetensi aparatur negara karena kedepan kompetisi birokrasi negara kita sangat ketat apalagi banyak tantangan-tantangan global misalnya (MEA) berbagai macam lainnya membutuhkan kompetensi, nah maka diwujudkan dengan cara seperti ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan acara hadir Kepala Bandiklat Prov Sumsel, Musni Wijaya untuk melaporkan rangkaian tujuan kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *