Innalillahi wainna ilaihi roji’un.
Allahummagfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu’anha
Siapa yang tahu rahasia kematian. Dia datang tanpa mengetuk pintu dan kemudian pergi diam-diam. Hal ini terjadi pada semua orang. Tidak pilih-pilih. Tua-muda. Miskin atau kaya. Semua akan terkena gilirannya dan itu pasti.
Ini pula yang terjadi pada keluarga besar Tatung. Pada Senin pagi (21/10), musibah itu datang pada keluarga ini. Ibu dari sembilan putra-putri keluarga Syamsul Bahri Oemar almarhum, Hj Delima Tatung diantar ke Rumah Sakit Mayapada karena sakit.
Senin itu menjadi titik awal duka.mendalam bagi keluarga Delima Tatung. Hingga pada Sabtu siang pukul 12.58 WIB di RS Mayapada Jakarta penari istana pertama di era Presiden Soekarno itu menutup mata untuk selama-lamanya, pada usia menjelang 95 tahun pada 8 Desember 2024 mendatang.
Delima yang akrab dipanggil mami itu semasa hidup merupakan sosok pejuang yang berperan pada Perang Lima Hari Lima Malam. Tokoh perempuan Sumsel yang pemberani, anak residen dan istri pejabat ini dan tidak pilih-pilih dalam berteman.
Banyak kenangan tersimpan di benak tentang Delima. Senyumannya, sikap ramahnya, dan nasihat-nasihatnya yang berharga. Penampilan terakhirnya menari saat dia di daulat di Panggung Sang Maestro di Gedung Kesenian Jakarta pada 5-6 Juli 2023 lalu. Delima menarikan Gending Sriwidjaya. Terakhir kalinya dengan pakaian khas adat Palembang.
Duka mendalam dirasakan keluarga besar ini. Tokoh pemersatu keluarga Tatung itu akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kesatria Kesetra Siguntang.
Selamat beristirahat diharibaanNya mami Delima. Semoga Allah Azza wa Jalla menerima semua amal ibadahmu dan mengampuni segala khilaf dan salahmu. Aamiin (Ida Syahrul)

