Halosumsel

Salah satu program unggulan Dodi-Giri adalah pembangunan kawasan industri, potensi yang dilirik adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus TAA. Lalu apa keuntungan yang didapat dari program kerja ini, berikut ini saya coba menjabarkan berdasarkan sudut pandang dan informasi dari beberapa sumber yang digali.

Konsep pengembangan KEK TAA bukanlah hal yang baru bagi Dodi Reza Alex Noerdin  ataupun sekedar wacana dan janji politik belaka. Program kerja ini pada 2014 ketika DRA menjadi anggota DPR RI sudah termasuk dalam bagian 9 butir visi misi DRA 2014-2019, berikut penjabarannya:

1. Mengutamakan pembinaan generasi muda melalui bidang agama, sosial dan kewirausahaan serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pembinaan UMKM.
2. Memantau dan mengawal Program Berobat Gratis, Sekolah Gratis, dan segera terwujudnya Kuliah Gratis pada 2015 untuk warga SUMSEL, dan mendorong untuk bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia (dari SUMSEL untuk Indonesia).
3. Mendorong pembangunan infrastruktur di bidang perekonomian, pertanian, perkebunan, kelautan, perhubungan, dan pertambangan, tanpa melupakan aspek pelestarian lingkungan hidup dan sosial.
4. Mendorong pihak asing untuk berinvestasi di SUMSEL, dalam hal produksi dan pengolahan hasil bumi, pertambangan, perkebunan, serta pendanaan pembangunan infrastruktur.
5. Membangun pembangunan sarana keagamaan, kesehatan, dan pendidikan yang berkualitas.
6. Mendorong terwujudnya kebijakan dalam penyediaan bibit yang berkualitas dan penyebaran bantuan pupuk secara merata , untuk para petani.
7. Mendorong segera terwujudnya: Kebun Raya SUMSEL, Pelabuhan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api, rel ganda kereta api, Jalan Tol Lintas Sumatera, Jalur Kereta Api Trans Sumatera, serta Jembatan Musi IV.
8. Menjadi wakil rakyat SUMSEL yang mampu memperjuangkan kepentingan dan keinginan masyarakat, serta selalu berkomunikasi dengan masyarakat.
9. Berkontribusi bagi kemakmuran NKRI secara luas.

Dengan tumbuh dan berkembangnya suatu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di suatu daerah akan selalu diikuti oleh pertumbuhan perekonomian di daerah sekitarnya, dan sektor perekonomian lainnya akan ikut bergerak dan bergairah. Potensi perolehan (potential gain) dari ditetapkannya KEK pada satu wilayah yaitu:
1.Peningkatan pendapatan masyarakat
2.Peningkatan Pajak (terutama PPh, Pajak Langsung, Pajak tak Langsung) 3.Peningkatan lapangan kerja baik sektor formal maupun informal.
4.Meningkatnya harga jual tanah yang berada disekitar kawasan.

Corporate Social Responsiblty (CSR) adalah solusi yang patut diterapkan dalam setiap kebijakan yang diambil sehubungan dengan KEK. Tanggung jawab sosial merupakan bagian dari setiap aktifitas untuk menjaga keseimbangan dalam berusaha.
Perusahaan yang melakukan aktifitas, terutama industri yang secara langsung mengeksploitasi alam dan atau memiliki potensi menimbulkan perubahan alam disekitar kegiatannya, dituntut untuk menyisihkan sebagian keuntungan usahanya sebagai tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang terkena dampak dari kegiatan usahanya.

Perusahaan yang beraktifitas di KEK diharapkan memiliki program kemitraan dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam kerangka pengayoman, pembinaan, dan bantuan manajemen maupun permodalan. Diharapkan dengan menjalankan program ini, akan tumbuh usaha-usaha baru yang semakin menyemarakkan perekonomian yang  nantinya bermuara pada kesejahteraan masyarakat kecil.

Jadi kesimpulannya program ini memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian masyarakat, bisa diimplementasikan berbekal pengalaman DRA ketika duduk di komisi VI yang membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, investasi dan BUMN. Bukanlah program “karbitan” yang tidak memiliki konsep dan kerangka kerja yang jelas serta target yang terukur.

Guru Besar program studi ekonomi pembangunan universitas Sriwijaya Prof.Dr.H. Didik Susetyo, M.Si turut mengapresiasi program pengembangan KEK Tanjung Api-Api yang mengedepankan konsep pengembangan ekonomi kerakyatan. Ketika diminta tanggapan beliau mengenai artikel ini Prof Didik mengatakan,”cukup bagus artikel ini semoga bisa dijadikan referensi bagi pembacanya,”ujarnya.

(Her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *