Halosumsel.com –

Ungkapan kecewa atas kenerja anggota Sat Reserse Narkoba Polresta Palembang terlontar dari isteri korban, Rahmat Firdaus (40) warga Jalan KH Azhari Lorong Agung I RT 14 RW 03 No 297 Kelurahan 13 Ulu. Pasalnya, pasangan hidupnya ini meninggal dengan beberapa bekas luka lebam dki sekujur tubuh, yang diduga dipukuli sekelompok anggota saat ditangkap di Pos Kelurahan 10 Ulu pada Rabu (13/1) pukul 14.30 WIB.
“Saya dapat kabar setelah suami saya ada di RSUD Bari, keadaannya sudah sekarat. Sementara, saya menghubungi keluarga yang lain, kondisinya semakin lama semakin melemah. Tidak lama dirawat, suami saya meninggal,” kenang Ibu satu dengan mata yang berkaca-kaca.

Dibeberkan kakak kandung korban, Ridho (41) warga Lorong A Kadir Kecamatan Seberang Ulu II bahwa adiknya ini dijemput polisi dalam keadaan sehat. Anehnya, ketika kembali adiknya sudah tidak bernyawa.

“Saya meragukan tewasnya adik saya ini. Sebab sewaktu dijemput polisi, ada temannya juga, Aldo yang diamankan. Setelah saya cari tahu dengan mendatangi Aldo, ternyata dia sudah dipulangkan oleh polisi. Menurut versi polisi, adik saya ini pemain narkoba dan ditemukan tiga paket ganja ditubuhnya,” jelasnya.

Dikatakan Rahmat, sebelum korban dikebumikan dirinya sempat mendokumentasikan foto korban dengan ponsel. Walau sempat dihalangi orang tua, dirinya tetap bersisihkukuh untuk mengagendakannya.

“Saya curiga atas tewasnya korban. Pada tubuhnya terdapat luka memar dibagian kedua mata, perut, punggung dan luka dibelakang kepala. Tidak hanya itu, malam setelah peristiwa penangkapan ada anggota polisi yang bernama Pak Bambang memberikan amplop, keesokkan hari disusulkan dengan dua karung beras dan satu dus mie,” urainya.

Oleh karena itulah, kedatangannya ke Mapolda untuk melaporkan anggota sat res Narkoba Polresta ke Propam Polda Sumsel.

“Saya sangat berharap agar peristiwa ini dapat terungkap kebenarannya. Walau polisi mengatakan adik saya tewas karena over dosis, tapi saya tetap tidak percaya. Karena banyak terdapat luka ditubuhnya,” tutur kakak korban ini serius.

Dikesempatan yang sama, saksi penangkapan, Aldo ketika dibincangi membenarkan sewaktu penangkapan dirinya bersama dengan korban.

“Iya, saya saat itu bersama korban. Saya tadinya berniat mencari anak saya yang sudah dua hari tidak pulang ke rumah, tidak disangka kami digerbek polisi. Kami dibawa terpisah,” ujarnya. (agustin selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *