Palembang, Halosumsel – Pemerintah Kota Palembang terus berupaya dalam mengatasi permasalahan tersebut dengan menggandeng beberapa stakeholder dan elemen masyarakat agar permasalahan tersebut dapat segera diatasi.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan menggandeng
Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Cinta Rakyat (DPP GENCAR) dengan Dewan Kesehatan Rakyat Sumatera Selatan (DKR) mengadakan kegiatan seminar dan loka karya terkait Kesiap Siagaan Kolektif Dalam Penanggulangan Banjir Untuk Keselamatan Dan Kesehatan Masyarakat di Kota Palembang.
Bertempat di ruang Parameswara, (Rabu, 9/11/22).

Acara yang bertema Kesiap Siagaan Kolektif Dalam Penanggulangan Banjir Untuk Keselamatan Dan Kesehatan Masyarakat Palembang ini sejatinya merupakan bentuk dari kerja sama antara Pemerintah dan lembaga organisasi serta elemen masyarakat di Kota Palembang dalam menyikapi permasalahan banjir dan dampak yang ditimbulkannya.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua DPP GENCAR Indonesia, Charma Afrianto ketika diwawancarai usai menggelar Seminar.

Dirinya mengatakan bahwa banjir itu disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain disebabkan oleh faktor klasik seperti adanya bangunan-bangunan dibantaran sungai, kemudian tata ruang ( RTRW) kota yang melanggar aturan serta penanganan yang lamban.

“Untuk itu Dewan Kesehatan Rakyat bersama DPP Gencar melakukan sebuah terobosan pemikiran bahwa hari ini yang dikedepankan adalah pemberdayaan semua elemen masyarakat dari grasroot, bagaimana caranya, kita mengusulkan kepada Pemerintah Kota yang didukung politik anggaran legislatif untuk segerah membentuk Satgas RT Siaga karena ini bisa jadi Pilot Projeck Nasional bahwa Palembang sudah punya Satgas RT Siaga,” ujar Charma.

Charma juga menjelaskan jika satu RT itu ada empat orang Satgas RT Siaga maka artinya kita punya 4.200 dengan 16.000 orang Satgas RT Siaga yang bisa bekerja sama dengan semua Forkompinda.

“Fungsi Satgas RT Siaga ini pertama dari Kamtibmas membentuk aparat hukum, kedua penanggulangan bencana dari banjir dan bencana alam lainnya dan yang ketiga kesehatan dimana mereka menjadi garda terdepan penanggulanan ini,” imbuhnya.

Selain itu kolam-kolam retensi yang ada juga belum mampu mengatasi banjir, seharusnya air yang ditampung dalam kolam retensi itu harus dialirkan ke sungai.

Artinya Palembang hari ini darurat butuh pompa-pompa air, tambah Charma.

Dirinya menggambarkan Kota,
“Surabaya yang memiliki 15 Pompa Mobile yang merupakan menjadi Pilot Project salah satu kota besar di Indonesia yang berhasil menangani banjir secara kolektif, artinya Kota Palembang harus mencontoh Kota Surabaya yang berhasil dalam pengendalian banjir dengan menggunakan Pompa Mobile.

Pompa Mobile Ini tentunya sangat bermanfaat dalam mengatasi masalah banjir, maka dari itu Pemkot Palembang harus segera menganggarkan untuk pembelian Pompa Mobile tersebut,” kata Charma.

Selain itu,
Ketua DKR Sumsel Anwar Sadat menambahkan bahwa gagasan RT siaga ini sebenarnya sudah dicanangkan pada tahun 2008 lalu, dimana pada saat itu ibu Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp., Jp, menjabat sebagai Menteri Kesehatan menurutnya hal ini masih relevan dan realistis untuk diterapkan di Kota Palembang.

“Tadi penegasannya bahwa butuh kolektifitas gotong royong bersama dengan masyarakat.

Mari kita bersama sama untuk saling bergotong royong guna mengatasi permasalahan banjir ini.

Dirinya mengajak kepada seluruh elemen untuk tidak saling menyalahkan satu sama lain.

mari kita berkolaborasi mendorong penyelesaian urgensi yang menjadi persoalan kita bersama,” ujar Anwar Sadat.

Anwar Sadat juga menyatakan bahwa ini merupakan semangat dari pergerakan dan akan didorong oleh penguatan kelompok-kelompok RT Siaga seperti tentang pelatihan kesiagaan bencana dan emergency respon.

Kemudian yang terpenting adalah kita harus mencari solusi untuk melaksanakan langkah yang akan diambil kedepannya.

“Harus disegerakan terkait Satgas RT Siaga ini di kota Palembang karena ini salah satu solusi supaya banjir bisa teratasi dan tidak ada lagi korban jiwa dari akibat yang ditimbulkan banjir,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ir. H. Akhmad Bastari Yusak ketika diwawancarai wartawan mengatakan bahwa terkait permasalahan banjir ataupun genangan air perlu adanya kerja sama berbagai pihak dan tentunya didukung oleh kolam-kolam rentensi serta penambahan pompa mobile.

“Kita berharap dengan adanya kesiapsiagaan masyarakat bersama-sama tim dalam mengatasi masalah banjir.

Dijelaskannya bahwa, penyelesian masalah banjir ini tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota Palembang sendiri tanpa ada bantuan masyarakat lainnya,”

Saat ini Kota Palembang butuh sekitar 15 pompa mobile lagi yang mana saat ini kita ada sekitar 4 pompa mobile, jadi pada tahun 2023 kita akan ajukan usulan ke DPRD agar dapat segera dianggarkan untuk pembelian Pompa Mobile tersebut. ujar Bastari.

Sementara itu, ditempat yang sama Ketua DPRD Kota Palembang Zainal Abidin SH mengatakan bahwa kita akan mengakomodir Dinas PUPR Kota Palembang dalam pembelian Pompa Mobile tersebut asalkan usulan tersebut sudah diajukan melalui Komisi dan akan kita bahas dalam rapat Banggar. Terangnya

Seminar tersebut tampak dihadiri oleh, Ketua DPRD Kota Palembang, Zainal Abidin, Asisten I, Drs. Yanuarpan Yany dan Kadis PUPR, Ir. H. Ahmad Bastari serta Ketua DPP Gencar Indonesia, Charma Afrianto dan Ketua DKR Sumsel, Anwar Sadat.

Turut hadir, Prof. Drs. M. Sirozi M.A.,Ph.D, Tumpal Simare-Mare, Camat dan Lurah Se-kota Palembang serta beberapa perwakilan dari organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa dan organisasi pemuda. Hadir secara virtual Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp., Jp, Dr. Widjaja Lukito dan Dr. Indro Cahyono serta Web Warrow.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *