Halosumsel-
Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan Mengumpulkan seluruh kadis Kota dan Kabupaten perdagangandi wilayah sumsel dan jajaran mengawali rapat teknis, ada tiga agenda menjadi pokok bahasan dalam rapart program / kegiatan ini pertama mengevaluasi kegiatan 2016, kedua melaksanakan terkonsentrasi 2017 dan mengusulkan perdagangan untuk 2016,namum yang sangat disesalkan Oleh Kadis Perdagangan Sumsel Ir. Permana tidak ada dan tidak tahunya dinas perdagangan Kota/Kabupaten berapa kebutuhan yang dibutuhkan didaerah masing
Permana sangat menyesalkan hal tersebut,” ketika saya tanya dengan para kadis tak ada yang tahu pasti mengenai kebutuhan didaerah nya masing-masing padahal ini kunci kita untuk mengatasi dan mengendalikan harga 27 kebutuhan pokok masyarakat,” ungkap Permana Usai membuka rapat koordinasi Program/Kegiatan di Aula Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Selasa (14/2) Palembang
Dikatakan Permana,”Tugas perdagangan ada dua yang pokokl dalam negeri untuk melakukan transaksi dagang antar kota antar provisni dan kabupaten dan meningklatan ekspor bahan komiditri unggulan ada 27 bahan komidirti sumsel yang diekspor ke 86 negara cukup bagus 14. 6 persen,” ungkapnya
Ditambahkan permana,” Menjaga ketersediaan pasokan, kedua melancarkan arus distribusi bahan pokokoi ketiga ikut sert mengendalikan harga di masyarakat,” imbuhnya
Lanjut Permana tugas Dinas Perdagangan yakni,”Luarnegeri meningkatkan ekspor, melaukan perlindungan konsumsen dan menjaga rantai tata niaga dan keempart, melakukan poengujian dan sertiifkasi barang kualitas ekspor dan dalam negeri
Permanan mencotohkan,” berapa cabai yang masuk dipasar cinde, berapa kebutuhan daging perhari, perminggu, perbulan,” tanya permana kepada para Kadis
Muba dan banyuasin, tidak bisa yang jawab harus nya punya catatan tentrang kebutuhan didaerah mererka, Sembako masuk dari mana saja,kadis kota/kabupaten tidak tahu, dan banyak tidak tahu berapa lapak
Bagaiman kebutuhan yang diperlukan, wajar harga tidak terkendali disumsel, tidak ada yang mengkaji dan mencatat dari perdagangan
Permana memberikan formulasi kepada para kadis se sumse untuk membuat tabel ketersediaan pasokan dari mana kemana, kedua harus tahu distributornya dan harus kontak person,menjaga supay dan demand,” ungkapnya
Jika datanya valid Maka pemerintah bisa mengendalikan harga untuk masyarakat, “tutup permana (sofuan)

