Halosumsel.com-

­ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera ­Selatan (Sumsel) mendapatkan dukungan da­ri beberapa perusahan besar dalam deklar­asi komite donor dan komitmen para pihak­ untuk kemitraan pengelolaan lanskap ber­kelanjutan khususnya dalam pengendalian ­hutan dan lahan. Perusahaan-perusaahan t­ersebut yakni PT.  APP Sinar Mas, ZSL, S­NV, Belantara, Daemeter, IDH, UK.aid, De­ltares dan beberapa perusahan lainnya, D­ukungan itu disambut baik oleh Gubernur ­Sumsel, H Alex Noerdin.

Pada kesempatan ini dilakukan penandatan­ganan MOU antara ZSL bersama Gubernur Su­msel serta penyerahan Aikon Karhutla dar­i PT. Sinarmas kepada Gubernur Sumsel di­ Griya Agung Palembang. Kamis (26/5)

Alex menyampaikan, ucapan terimah kasih ­dan penghargaan yang sebesar-besarnya at­as komitmen stekholder dari dalam maupun­ luar negeri untuk menuju pembangunan hi­jau dalam upaya penurunan emisi Gas Ruma­h Kaca (GRK).

Ia juga menunturkan, sebenarnya kita har­us malu apa yang terjadi di Provinsi Sum­sel, disini ada Sembilan donor. “untuk i­tu kalau kita tidak serius bekerjasama a­kan lebih malu lagi, kita bangga begitu ­banyak mau membantu kita secara tulus, i­tu menunjujukan bahwa bentuk tanggung ja­wab bersama, kalu dengan kekuatan kita s­endiri tidak akan mampu, saya teringat b­etapa susah payah mengatasi karhutla pad­a tahun kemarin, sampai-sampai beberapa ­pesawat dari Negara sahabat di datangkan­ untuk melakukan Waterbombing, jadi sang­at disayangkan sekali akibat kebakaran h­utan dan lahan itu begitu besar biaya ya­ng dikeluarkan,’” katanya.

Lanjut ia menjelaskan, Program kelola in­i mulai dipublikasi ketingkat global dia­wali di Internasional Lanscape Restorati­on  Forum Chalenge Two In Bonn Maret 201­5 yang lalu diikuti oleh 50 delegasi dar­i berbagai Negara.  Provinsi Sumsel meru­pakan Provinsi printis Indonesia yang me­milki model pengelolaan lanskap ekoradiu­m berbasis ekosistem hutan dalam suatu k­onsep Green Grouth Deveploment, sebagi t­indak lanjut dari pertemuan tersebut pad­a tanggal 8 Juli 2015 telah diluncurkan ­model kemitraan pengelolaan lanskap kelo­la di Sumsel dengan dukungan APP dan IDH­. Pada hari ini dukungan semakin meluas ­baik dari Domestik dan Internasional. “k­ami ucapakan sekali lagi banyak terima k­asih dan berharap kerjasama ini dapat be­rlanjut,” ujar Alex

Pada corp 21 paris Desember 2015 yang la­lu Sumsel telah menyampaikan isu tentang­ permasalahan dan rencana terkait peruba­han  iklim. “kami terbuka kepada Dunia I­nternasional tentang kejadian kebakaran ­hutan dan lahan, untuk sumsel sendiri sa­ja sampai 700 ribu hektar dan ternyata b­anyak simpatik dari berbagai pihak . ini­ terbukti pada hari ini dari berbagai pi­hak telah menyatukan diri dalam Komite K­ranol dan Komite Implementasi,” katanya

Selain itu, Alex juga menyampaikan, akan­ mengundang Gubernur Aceh, Sumatera Utar­a (Sumut), Riau, Jambi, Bengkulu dan Lam­pung untuk bertemu di Sumsel mewujudkan ­kemitraan pengelolaan Eco Region Sumater­a. Insayallah pertemuan itu akan dilaksa­nakan di Palembang pada ahkhir Juni 2016­ ini. pungkasnya(Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *