Halosumsel-
Sedikitnya sudah ada 14 unit berbagai jenis mark yang diduga milik sekelompok remaja yang biasa digunakan aksi balap liar dikawasan jalan lintas Betung-Sekayu selama bulan Ramadhan 1438 H ini berasil dikandangkan di Mapolsek Betung setelah terjaring dalam giat Cipta Kondisi (Cipkon) yang dikomandoi langsung Kapolsek Betung AKP Zulfikar yang didampingi Kanitres Iptu Sugeng Sarwan beserta anggota reskrim dan Sabara.
Belasan unit R2 berbagai jenis mark itu belum bisa dikeluarkan sekalipun kendaraan tersebut lengkap surat-suratnya dan semua kendaraan itu baru bisa diproses setelah lebaran Idhul Fitri mendatang, terang Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi melalui Kapolsek Betung AKP Zulfikar seperti yang dijelaskan Kanitres Iptu Sugeng Sarwan kepada wartawan (12/6).
Menurutnya, tujuan menunggu usai lebaran baru proses semua kendaraan yang terjaring dalam giat tersebut, supaya tidak digunakan lagi aksi balap liar selama bulan Ramadhan dan untuk memberikan efek-jera terhadap para pelaku yang suka buat ulah dengan aksi balap liar itu.
Apalagi bagi pemilik kendaraan yang terjaring saat hendak mengambil kendaraanya yang tidak bisa menunjukkan sama sekali kelengkapan surat-surat kendaraan termasuk identitas dirinya, maka berikut orangnya bakal siap dikandangkan, tegas Kanitres lagi.
Untuk memberikan kenyamanan baik para pengguna jalan diwilayah hukumnya termasuk kepada masyarakat umum dan khususnya bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa tidak terganggu dari berbagai aksi balap liar dan aksi dari premanisme, pihaknya terus meningkatkan giat Cipkon secara kontinyu 24 jam.
Tentu kata Kanit Reskrim, semuanya itu bisa tercipta dengan baik jika peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi cepat kepada kami, sebab Polsek Betung sampai saat membawai wilayah dua Kecamatan Betung dan Suak Tapeh, sedangkan jumlah personil yang tidak sesuai dengan jumlah desa yang semuanya harus dilayani, katanya.
Lebih lanjut kata Kanit, dalam kondisi seperti ini tentunya sangat tepat jika Polsek ada penambahan jumlah personil disemua satuan, sehingga bisa lebih mudah dalam pengawasan dan lebih cepat memberikan pelayanan dari berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, pungkasnya sembari meminta kepada masyarakat yang disekitarnya dijadikan balap liar supaya cepat diinformasikan padanya.(waluyo)

