Palembang, Halosumsel – Senin 16 Desember 2024 Muhammad Sofuan, seorang pimpinan media online di Sumatera Selatan, menyatakan kekecewaannya atas pemberitaan yang menyebut dirinya sebagai narasumber dalam artikel yang menyoroti dugaan kebobrokan oknum DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Sofuan membantah keras pernyataan yang dikutip dalam artikel tersebut dan mengaku tidak pernah diwawancarai oleh pihak yang mengaku sebagai wartawan.
Sofuan menjelaskan, “Saya tidak pernah memberikan keterangan apa pun terkait isu tersebut, apalagi diwawancarai oleh pihak yang mengaku wartawan. Artikel yang tayang tersebut jelas memberikan informasi yang salah dan sangat merugikan nama baik saya.
Merasa dirugikan, Sofuan berencana mengambil langkah hukum terhadap situs web yang memuat artikel tersebut. Ia menyebut pemberitaan itu tidak hanya mencemarkan nama baiknya, tetapi juga melanggar etika jurnalistik karena didasarkan pada informasi yang tidak valid.
Menurut Sofuan beberapa waktu lalu ia didatangi oleh seseorang yang mengaku sebagai wartawan. Oknum tersebut meminta izin untuk menggunakan media online miliknya untuk menayangkan advertorial, dengan kesepakatan berbagi fee sukses. Setelah kesepakatan awal tercapai, sehari kemudian, oknum tersebut kembali dan membatalkan kerja sama karena alasan tertentu.
Namun, hal mengejutkan terjadi keesokan harinya. Sebuah artikel yang menyudutkan Sofuan muncul, menampilkan dirinya sebagai narasumber utama. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa nama dan reputasi Sofuan sengaja disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.
Sofuan menambahkan, “Ini adalah bentuk manipulasi yang tidak dapat saya toleransi. Langkah hukum yang akan saya ambil adalah bentuk pembelaan diri, sekaligus untuk memberi pelajaran agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi media dan wartawan untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam pemberitaan. Sofuan berharap langkah hukum yang ditempuhnya dapat memberikan efek jera kepada pelaku dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
Sofuan juga mengimbau kepada masyarakat dan rekan-rekan media untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, demi menjaga kredibilitas media di era digital.
Red

