Banyuasin,  HS-

Massa yang tidak terima hasil kpemilu menerobos masuk Mapolres Banyuasin, kemudian massa di pukul mundur polisi dengan menggunakan water cannon, skenario ini bagian dari simulasi pengamanan jelang pemilihan umum (pemilu) 2019, di Mapolres Banyuasin , Rabu (13/3/2019) pagi.

“Jadi acara pelatihan ini merupakan rangkaian kesiapan kita menghadapi pemilu nanti,” ujar Kapolres Banyuasin AKBP Yudi Surya Markus Pinem, S.Ik melalui Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Kompol M. Hadi, di dampingi Kabag Ops MP Nasution.

Terdapat puluhan orang yang bertindak sebagai massa, sebagian merupakan anggota kepolisian juga.

Skenario pengamanan adalah ketika terjadi keributan saat massa pendukung salah satu calon tidak terima dengan keputusan sidang sengketa hasil pemilu calonnya yang ditolak MK.

“Simulasinya ada sidang, massa ini tidak terima menunggu hasil sidang, setelah diputus hasil sidang ternyata tidak terima akhirnya dia mendesak, eskalasi meningkat, kita kasih semua pasukan di sana,” terangnya

Terdapat tiga tingkatan kondisi skenario yang menentukan pengamanan, yaitu masa awal aman, agak rawan, dan rawan.

Di tahap awal, akan diusahakan negosiasi oleh para polwan. Jika situasi mulai memanas, satuan Samapta Bhayangkara (Shabara) akan diturunkan. Gas air mata dan kendaraan water cannon juga mulai digunakan untuk menenangkan massa. Dodi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *