Halosumsel
Para preman yang kerap mangkal dj kawasan Masjid Agung dan Jembatan Pusri, Minggu (8/7) ‘diciduki’ Satgas (Satuan Petugas) operasi penanggulangan tindak kejahatan premanisme, pimpinan Iptu Irwan Sidik.
Sedikitnya, tiga orang preman (pemalak) yang meresahkan para sopir ini, Doni Sarifudin (34) warga Jalan Kapt Cek Syeh, Muslim (21) warga Talang Keramat dan Am (30) warga Indaraya dibawa ke Polresta Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Sengaja operasi ini dilakukan oleh anggota yang berpakaian preman. Dari tiga pemalak yang diamankan, salah satunya AM ditemukan sajam di pinggangnya. Tujuannya agar Palembang tetap aman dan kondusif menjelang Asean Games mendatang,” ungkap Kasat Intelkam Polresta Palembang, Kompol Mario Ivanry melalui Kanit Satgas operasi penanggulangan tindak kejahatan premanisme Polresta Palembang, Iptu Irwan Sidik dan Kasubnit Aiptu Aviv Sancoko.
Dikatakan Aviv, selain mengamankan tiga preman itu, pihaknya juga mengamankan sebilah sajam, Uang sebanyak Rp 100 ribu dan sepeda motor.
“Tiga preman ini nantinya akan kami data dan kami serahkan ke reskrim untuk dilakukan pembinaan. Jika diantara mereka terlibat kasus kriminal lainnya, maka akan tetap di proses. Giat ini akan terus berlangsung, bagi siapa saja yang meresahkan akan kami tangkap. Apalagi ada pengaduan yang masuk,” Ujarnya.
Salah satu pemalak, Doni Sarifudin (34) mengaku, baru tiga bulan menjaga parkir disana.
“Kami disuruh orang pak. Kami tidak memalak. Namun mengenai uang parkir Rp 20 ribu itu, kami juga disuruh bos. Kami tidak melakukan pemalakan,” ungkapnya.(agustin selfy)

