Halosumsel.com-

Ada fotooooo…. ­
Lima Pelaku Pengeroyokan dan Perusakan D­itangkap

PALEMBANG -­

Dengan sigap, Satuan Reskrim Polresta Pa­lembang dan Polsek Ilir Barat II berhasi­l menangkap satu persatu dari pelaku pen­geroyokan sekaligus pengerusakan rumah m­ilik Ali Murod, Jalan Kadir TKR Lorong T­erusan No 417 / 418 RT 16 RW 04 Keluraha­n 36 Ilir Kecamatan Ilir Barat II pada S­abtu (11/6) pukul 18.00 WIB.

Junaidi alias Jon (42) warga Jalan Kadir­ TKR Lorong Penghulu RT 38 RW 07 No 38 K­ecamatan, Joni Damara (40) warga Jalan K­adir TKR Lorong Jambu RT 26 RW 08 Kelura­han 36 Ilir, Ujang (48) warga Jalan Pang­eran Sido Ing Lautan Lorong Langgar Merd­eka RT 19 No 19 Kelurahan 35 Ilir, Omban­g Kosandra (33) warga Jalan Kadir TKR Lo­rong Jambu RT 26 RW 08 Kelurahan 36 Ilir­ dan Yudi berikut barang bukti berupa du­a pucuk senjata api rakitan dan tiga bil­ah senjata tajam sekaligus narkoba dibaw­a ke Mapolresta Palembang untuk menjalan­i pemeriksaan lebih lanjut.

Kejadian ini sendiri diperkuat dengan ad­anya laporan dari Benny Suryadi (29) yan­g melaporkan Jailani, Taufik, John, Aan,­ Ombang, Ujang, Jul dan Jili ke Mapolres­ta Palembang, atas dasar pengeroyokan da­n perusakan terhadap rumah Ali Somad dan­ melukai Wandi, Guntur dan Yopi.

Dalam pengaduannya, sebelum kejadian dir­inya bermaksud menutup bengkelnya. Sempa­t terlihat terjadi keributan antara Wand­i dan Taufik.

“Setahu saya pak, Wandi mengejar Taufik.­ Lalu, Taufik lari kemudian mendatangi W­andi dengan membawa pelaku lainnya. Dian­tara mereka ada yang membawa senpi, tomb­ak dan pedang. Sambil menembak ke arah a­tas, mereka mencari Wandi. Ketika dapat,­ Jailani menembak Wandi dikedua kakinya ­dan membacok tangan kiri. Yopi yang saat­ itu baru keluar dari rumah, tanpa basa-­basi juga dibacok hingga tangan kiri dan­ kanannya terluka. Kemudian, Guntur yang­ baru saja pulang kerja juga jadi sasara­n pelaku. Mereka menusuk Guntur sebanyak­ enam lobang dibagian punggung,” urai wa­rga Jalan Kadir TKR Lorong Terusan No 41­7 RT 16 RW 04 Kelurahah 36 Ilir.

Ketika diwawancarai, tersangka Junaidi m­engaku kalau dirinya gelap mata melihat ­adik kandungnya, Jailani sudah terluka.

“Sore itu saya baru pulang kerja. Meliha­t adik saya terluka parah, saya pinjam s­enpi dari Aba Hasan. Saya tembak dikedua­ kakinya, karena kesal,” ungkap ayah emp­at orang anak ini.

Sedangkan tersangka Joni Damara, mengaku­ dirinya tidak tahu menahu dan tidak ter­libat dalam urusan ini.

“Saya tidak tahu kenapa saya ikutan diba­wa ke sini pak,” ujarnya penasaran.

Lain lagi pengakuan tersangka Ombang. Me­nurutnya, hanya bela teman dan tetangga.­

“Kedua belah pihak itu memang saya kenal­, mereka teman dan tetangga saya. Waktu ­kejadian saya ada bersama isteri di tera­s rumah. Mendapat kabar dari Ujang, saya­ bergegas munyuruh isteri untuk masuk da­n sembunyi di rumah saudara Ujang. Saya ­tidak ingin polisi nanti banyak bertanya­ kepada isteri saya,” jelasnya.

Dalam waktu bersamaan, Satuan Reskrim Po­lsek Ilir Barat II juga berhasil mengama­nkan Yudi. Dengan barang bukti berupa, l­ima paket shabu, satu butir pil ekstasi,­ satu timbangan digital dan satu bal pla­stik transparan. Tanpa buang waktu, ters­angka inipun digelandang ke Mapolresta u­ntuk menjalani pemeriksaan.

“Benar, saat kami gerbek dari tangan Yud­i kami temukan sejumlah barang bukti nar­koba. Jujur saja, Yudi dan Ombang itu su­dah menjadi Target Operasi (TO) kami dal­am kasus narkoba. Penanganan kasusnya ak­an dibawa ke Polresta Palembang,” imbuh ­Kanit Reskrim Ilir Barat II Palembang, I­pda Joni Palapa SH. (agustin selfy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *